KALTARAUPDATE.COM – Komitmen menghadirkan ruang digital yang aman bagi generasi muda terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan.
Momentum wisuda di Telkom University menjadi panggung strategis untuk menegaskan arah tersebut, sekaligus mendorong implementasi Peraturan Pemerintah tentang perlindungan anak di ruang digital.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, ditegaskan bahwa tantangan dunia digital saat ini tidak hanya soal percepatan teknologi, tetapi juga ancaman misinformasi yang kian masif.
Karena itu, generasi muda dituntut tak sekadar menjadi pengguna, melainkan penggerak literasi digital di tengah masyarakat.
“Perlu saya sampaikan, misinformasi bukan hanya persoalan lokal, melainkan tantangan global menurut World Economic Forum 2025. Di mana pun kalian berada nanti, jadilah pandu-pandu literasi digital di daerah masing-masing,” tegas Meutya.
Regulasi PP TUNAS menjadi landasan penting dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan berkeadilan bagi anak. Implementasi aturan ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif industri telekomunikasi.
Sebagai perusahaan digital telco, Telkom Indonesia menegaskan dukungannya melalui penguatan keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta penyediaan layanan digital yang bertanggung jawab. Selain itu, berbagai program literasi digital juga terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebut lulusan perguruan tinggi saat ini memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman.
“Kami melihat para lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai agent of change, individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tentunya bagi bangsa,” ujarnya.
Peran pendidikan juga diperkuat melalui Yayasan Pendidikan Telkom yang membangun ekosistem pembelajaran terintegrasi dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Pada level universitas, fokus diarahkan pada penciptaan talenta digital unggul yang adaptif dan inovatif guna menjawab kebutuhan industri sekaligus mendorong transformasi digital nasional.
Tak hanya itu, komitmen menciptakan ruang digital yang aman juga diwujudkan melalui deklarasi pengembangan Safe-AI yang human-centric. Inisiatif ini menempatkan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan serta perlindungan generasi muda.
Rektor Telkom University, Suyanto, menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab besar dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan melalui inovasi teknologi yang berpihak pada masyarakat.
Pada wisuda periode ini, Telkom University meluluskan 1.502 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak transformasi digital yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Sinergi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital nasional yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga aman dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.



















Discussion about this post