KALTARAUPDATE.COM – Masa pidana tidak menjadi penghalang bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan untuk terus menuntut ilmu. Melalui program pendidikan kesetaraan yang rutin digelar, puluhan warga binaan tetap mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga setara sekolah menengah atas.

Program pembinaan intelektual tersebut dilaksanakan oleh Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimaswat) Lapas Tarakan bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Al Marhamah Kota Tarakan. Kegiatan berlangsung di ruang perpustakaan lapas dan diikuti warga binaan dari berbagai latar belakang tindak pidana, usia, serta tingkat pendidikan.
Pembinaan yang diberikan meliputi program Keaksaraan Fungsional hingga Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Rabu dan Kamis.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian di bidang intelektual yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan selama menjalani masa pidana.
Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berusaha penuh untuk mewujudkan program pembinaan intelektual secara inklusif bagi Anak Binaan hingga Narapidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Secara umum program pendidikan kesetaraan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan ini dimaksudkan untuk memastikan hak akses atas pendidikan tetap terpenuhi meskipun seseorang sedang menjalani masa pidana, dan mencegah Anak Tidak Sekolah. Program ini diintegrasikan ke dalam Program Prioritas Nasional 2026 yang berfokus pada Pendidikan Bermutu Untuk Semua,” ujar Jupri.
Ia menjelaskan, pendidikan kesetaraan di lingkungan lapas menjadi salah satu upaya negara dalam memberikan hak pendidikan kepada seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Tarakan menggandeng Yayasan Al Marhamah sebagai lembaga pendidikan nonformal yang mendukung berbagai kebutuhan pembelajaran. Dukungan tersebut mencakup penyediaan alat tulis kantor (ATK), tenaga pengajar atau tutor, hingga pelaksanaan proses belajar sesuai kurikulum yang telah ditetapkan.
Program pendidikan nonformal yang berjalan di Lapas Tarakan juga menjadi bagian dari implementasi Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia Nomor 11 tentang Program Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan.
Program tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain memperluas akses pendidikan bagi narapidana dan anak binaan melalui program Paket A, B dan C, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kompetensi akademik dan keterampilan praktis, serta mendukung proses reintegrasi sosial setelah warga binaan bebas menjalani hukuman.
Selain itu, program ini diharapkan mampu menekan angka residivisme atau pengulangan tindak pidana melalui pembinaan mental dan intelektual yang terukur berdasarkan kurikulum pendidikan nasional.
Tak hanya itu, program pendidikan kesetaraan juga menjadi bagian dari transformasi kelembagaan melalui kolaborasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di lingkungan lapas, rumah tahanan negara, maupun lembaga pembinaan khusus anak.
Dengan adanya program tersebut, warga binaan Lapas Tarakan diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan pendidikan, memperoleh ijazah yang diakui negara, serta memiliki bekal yang lebih baik saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Lead ini berbeda dari siaran pers karena menonjolkan sisi kemanusiaan bahwa warga binaan tetap bisa bersekolah meski berada di balik jeruji, namun substansi dan tujuan beritanya tetap sama.




















Discussion about this post