KALTARAUPDATE.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan menggelar dua rangkaian kegiatan dalam Pekan QRIS Nasional 2026 di daerah. Salah satu agenda utamanya adalah KATALIS (Kalimantan Utara Digital QRIS) yang dijadwalkan berlangsung pada 15-16 Agustus 2026.
Kepala KPwBI Kaltara, Agus Taufik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pekan QRIS Nasional yang diselenggarakan Bank Indonesia secara serentak di tingkat pusat maupun daerah dengan mengangkat karakteristik dan kearifan lokal masing-masing wilayah.

“Jadi nanti Pekan QRIS Nasional itu ada event Bank Indonesia secara keseluruhan di pusat, tetapi di daerah juga menyelenggarakan hal yang serupa sesuai dengan kearifan lokal. Nanti tanggal 15 dan 16 Agustus ada KATALIS atau Kalimantan Utara Digital QRIS,” ujar Agus saat High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tarakan Semester I Tahun 2026.
Menurut Agus, KATALIS tidak hanya menjadi ajang promosi transaksi digital menggunakan QRIS, tetapi juga dirancang sebagai wadah kreativitas generasi muda sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, salah satu kegiatan yang akan digelar adalah lomba band yang menyasar kalangan pelajar dan pecinta musik di Kalimantan Utara.
“KATALIS akan menjadi lomba band. Jadi nanti akan ada lomba band bagi para pecinta musik, anak-anak muda, masyarakat, terutama dari kalangan pelajar,” katanya.
Selain itu, Bank Indonesia juga akan menggelar lomba jingle QRIS yang terbuka bagi masyarakat umum di seluruh Kalimantan Utara.
Tak hanya menghadirkan kompetisi, rangkaian kegiatan tersebut juga akan dikolaborasikan dengan berbagai program edukasi, termasuk pelayanan Samsat, kegiatan TP2DD, serta edukasi perlindungan konsumen di era digital.
“Ada lomba jingle QRIS untuk masyarakat umum se-Kalimantan Utara dan ini akan dikolaborasikan dengan kegiatan TP2DD, Samsat serta edukasi perlindungan konsumen,” ujarnya.
Agus menilai edukasi perlindungan konsumen menjadi bagian yang tidak kalah penting di tengah semakin pesatnya perkembangan transaksi digital.
Menurutnya, semakin luas penggunaan layanan digital juga diiringi meningkatnya berbagai risiko kejahatan siber yang perlu dipahami masyarakat.
“Edukasi perlindungan konsumen menjadi hal yang penting juga di tengah percepatan digitalisasi yang sangat marak dan pesat. Ada sisi-sisi risiko yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kejahatan siber, kemudian juga spam dan sebagainya. Ini menjadi salah satu tugas kita untuk terus meningkatkan awareness atau kepekaan masyarakat terhadap risiko tersebut,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga mengingatkan bahwa dalam satu hingga dua bulan mendatang akan dilaksanakan penilaian Championship TP2DD tingkat nasional.
Ia berharap Kota Tarakan mampu menjadi salah satu daerah terbaik di regional Kalimantan melalui penguatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
“Dalam waktu mungkin satu atau dua bulan ke depan kita akan ada Championship TP2DD di level nasional. Mudah-mudahan Kota Tarakan bisa menjadi juara level Kalimantan tentunya dengan upaya sinergi bersama kita semua,” katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Bank Indonesia akan memperkuat pendampingan kepada Pemerintah Kota Tarakan, Bankaltimtara dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam penyusunan laporan dan kelengkapan dokumen penilaian.
Menurut Agus, laporan yang akan dinilai pada tahun ini memang masih menggunakan capaian tahun 2025. Namun, berbagai perbaikan implementasi selama 2026 tetap harus dilakukan sebagai bekal menghadapi penilaian tahun berikutnya.
“Untuk 2026 ini masih ada enam bulan ke depan. Barangkali hal-hal yang perlu kita improve terus kita lakukan di tahun ini. Mudah-mudahan nanti akan ada semacam one on one meeting antara Bank Indonesia, Bankaltimtara dan OPD terkait, baik untuk penyusunan laporan maupun penyiapan dokumen, sehingga laporan berikutnya semakin baik,” ujarnya.
Agus menegaskan, peningkatan kualitas implementasi digitalisasi daerah menjadi target yang ingin terus didorong selama dirinya memimpin KPwBI Kaltara.
“Ini menjadi target saya. Mudah-mudahan tahun ini dan mudah-mudahan tahun depan Kota Tarakan menjadi salah satu juara pada Championship TP2DD di regional Kalimantan,” pungkasnya. (SL)


















Discussion about this post