KALTARAUPDATE.COM – Ramadan tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah, tetapi juga momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi syariah di Kalimantan Utara.
Melalui Kick Off Road to Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026, penguatan UMKM halal, literasi keuangan syariah hingga akselerasi digitalisasi dipacu sejak awal Maret.
Kegiatan yang digelar Minggu (1/3/2026) tersebut merupakan kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara bersama Baznas Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menegaskan bahwa KaShaFa bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari desain besar penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif.
“Ekonomi dan keuangan syariah ini memiliki potensi global yang sangat besar dan terus tumbuh positif. Indonesia saat ini berada di peringkat ke-3 dunia berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy,” ujar Hasiando.
Ia memaparkan, kinerja sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) secara nasional tumbuh 6,21 persen secara year on year (yoy) dan berkontribusi lebih dari 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor halal bukan ceruk kecil, melainkan motor ekonomi baru.
Karena itu, Road to KaShaFa 2026 dirancang sebagai fase penguatan sebelum puncak acara yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang. Tema yang diusung, “Berkah Ramadhan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat”, dinilai relevan dengan kondisi saat ini.
“Rangkaian ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan potensi ekonomi syariah, sekaligus mendukung pemberdayaan yang inklusif,” jelasnya.
Dalam penyelenggaraan KaShaFa 2026, BI Kaltara menargetkan transaksi penjualan produk UMKM mencapai Rp 3 miliar. Target tersebut meningkat 15 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Salah satu daya tarik Road to KaShaFa adalah bazar UMKM halal yang menghadirkan 42 UMKM unggulan dari sektor halal food, modest fashion syariah, hingga kriya. Seluruh transaksi di area bazar menggunakan sistem pembayaran digital QRIS, sebagai bentuk akselerasi transformasi digital dan perluasan inklusi keuangan.
“Digitalisasi menjadi kunci. Kita ingin UMKM tidak hanya kuat dari sisi produk halal, tetapi juga siap dari sisi sistem pembayaran dan pencatatan keuangannya,” tegas Hasiando.
Kick off Road to KaShaFa 2026 dibuka langsung oleh Kepala KPw BI Kaltara bersama Wali Kota Tarakan. Pada hari pertama, digelar Festival Literasi Ramadan yang mencakup edukasi ekonomi syariah, kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah, pemahaman transaksi digital QRIS, serta perlindungan konsumen.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Wakaf Produktif sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan ekonomi syariah berbasis sosial.
Tak hanya itu, berbagai kompetisi turut meramaikan rangkaian kegiatan, mulai dari lomba dai cilik, adzan, nasyid, cerdas cermat Islami, festival bedug sahur, hingga festival musik jalanan. Literasi keagamaan dan ekonomi syariah juga diperkuat melalui kajian dan buka puasa bersama Ustaz Hanan Attaki bertema “Hati yang Tenang di Zaman yang Bising”.
Melalui momentum Ramadan ini, BI Kaltara berharap partisipasi masyarakat dalam ekonomi dan keuangan syariah semakin luas. Targetnya bukan hanya peningkatan transaksi, tetapi juga bertambahnya UMKM bersertifikat halal, meningkatnya literasi keuangan syariah, serta semakin masifnya penggunaan QRIS di daerah.
“Komitmen kami bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan adalah membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan kompetitif di Kalimantan Utara,” tutup Hasiando. (SL)


















Discussion about this post