KALTARAUPDATE.COM – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama rangkaian Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Provinsi Kaltara termasuk Kota Tarakan berlangsung aman dan kondusif, Rabu (27/5/2026). Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, Polres Tarakan mengerahkan sebanyak 146 personel yang disiagakan sejak pelaksanaan salat Idul Adha hingga kegiatan pemotongan hewan kurban di berbagai wilayah Kota Tarakan.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S Manik mengatakan, ratusan personel tersebut disebar ke sejumlah titik yang menjadi lokasi pelaksanaan salat Idul Adha.
“Hari ini kami dari Polres Tarakan melaksanakan tugas pengamanan pelaksanaan salat Id. Personel yang dilibatkan kurang lebih 146 personel untuk mengamankan perayaan ibadah salat Id sejak pagi hari,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan pemotongan hewan kurban di lingkungan Polres Tarakan.
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan di 43 masjid dan lima lapangan yang digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat Id berjemaah.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah berjalan dengan tertib dan khidmat. Selain itu, kondisi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama juga terpantau lancar selama kegiatan berlangsung.
“Jemaah terbanyak tadi melaksanakan salat di Masjid Islamic Center. Situasi secara umum berjalan tertib dan arus lalu lintas juga lancar,” katanya.
Tidak hanya fokus pada pengamanan salat Idul Adha, Polres Tarakan juga melakukan pemantauan terhadap kegiatan pemotongan hewan kurban yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tarakan.
Kapolres menuturkan, pihaknya mengedepankan kehadiran personel Bhabinkamtibmas dan jajaran polsek untuk berada di tengah masyarakat selama proses penyembelihan hewan kurban berlangsung.
“Anggota khususnya Bhabinkamtibmas berada di desa-desa binaan dan wilayah pantauan untuk bersama masyarakat dalam kegiatan pemotongan hewan kurban,” ujarnya.
Ia menyebutkan, hampir seluruh wilayah di Kota Tarakan melaksanakan pemotongan hewan kurban, baik di tingkat masjid maupun lingkungan masyarakat. Karena itu, pengamanan dilakukan secara menyeluruh di 20 kelurahan dan lima kecamatan.
Di momentum Idul Adha tahun ini, Polres Tarakan juga turut melaksanakan pemotongan hewan kurban sebanyak delapan ekor sapi dan tiga ekor kambing.
Hewan kurban tersebut berasal dari infak personel dan keluarga besar Polres Tarakan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Peruntukannya nanti kepada personel Polres Tarakan dan juga masyarakat sekitar Asrama Polisi Kampung Bugis,” ucapnya.
Jumlah hewan kurban yang dipotong tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Idul Adha tahun lalu, Polres Tarakan hanya memotong tujuh ekor sapi.
“Tahun ini ada penambahan menjadi delapan ekor sapi, sedangkan kambing tiga ekor,” jelasnya.
Kapolres berharap perayaan Idul Adha dapat menjadi momentum untuk mempererat rasa persaudaraan serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Tarakan agar merayakan Idul Adha dengan penuh hikmat, meningkatkan rasa persaudaraan, rasa syukur, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Tarakan, Paulus mengatakan, hingga hari pelaksanaan Idul Adha terdapat sekitar 60 pendaftar pemotongan hewan kurban. Namun, sapi yang telah masuk ke Rumah Potong Hewan (RPH) Tarakan baru sebanyak 21 ekor.
“Kalau yang mendaftar itu 60, cuman yang baru datang saat ini baru 21. Kemungkinan mungkin akan nyusul setelah salat ini, baru datang,” ujar Paulus saat ditemui di RPH Tarakan.
Ia menjelaskan, proses pengawasan dimulai sejak pembukaan pendaftaran yang dilakukan sehari sebelum pelaksanaan pemotongan hewan kurban.
Menurutnya, petugas DKPP telah bersiaga sejak pagi hari untuk menerima pendaftaran, baik secara langsung maupun melalui layanan daring.
“Jadi teman-teman standby mulai pagi di sini. Ada yang mendaftar, ada juga yang lewat WA online mendaftar dan menyampaikan ke kita, mereka akan motong berapa sapi dari masjid mana atau instansi mana, kita daftar,” katanya.
Setelah proses pendaftaran dilakukan, sapi yang datang ke lokasi kemudian diberikan nomor registrasi sebagai tanda bahwa hewan tersebut telah terdata.
“Setelah itu mereka datang bawa sapinya mulai kemarin siang. Mereka datang bawa sapinya kita kasih nomor bahwa sudah mendaftar,” lanjutnya.
Untuk pengawasan hewan kurban tahun ini, DKPP Tarakan menurunkan total 33 petugas yang disebar ke sejumlah wilayah di Kota Tarakan.
“Total petugas kita hari ini itu 33 orang. Yang terbanyak di semua kelurahan,” ujar Paulus.
Petugas nantinya akan bergerak dari satu lokasi pemotongan ke lokasi lainnya guna memastikan seluruh aktivitas pemotongan tetap berada dalam pengawasan.
“Nanti di kelurahan itu akan melihat masjid-masjid mana yang ada info awal untuk pemotongan. Nanti setelah itu akan bergeser sampai semuanya dijangkau,” katanya.
Terkait jumlah hewan kurban tahun ini, DKPP Tarakan masih menunggu proses rekapitulasi data beberapa hari ke depan.
Paulus menyebutkan, pada Idul Adha tahun lalu jumlah sapi yang dipotong mencapai 1.125 ekor dan pihaknya berharap tahun ini mengalami peningkatan.
“Kalau tahun lalu 1.125 ekor. Kita harapkan ada peningkatan lah tahun ini. Tapi ya kita nggak tahu juga di lapangan seperti apa, apakah bertambah atau tetap atau berkurang,” katanya.
Hingga saat ini, DKPP Tarakan juga belum menemukan adanya penyakit serius pada hewan kurban yang telah diperiksa.
“Belum ada sih, untuk saat ini belum ada,” ujarnya.
Terkait keterlibatan kepolisian, Paulus menjelaskan bahwa pengawasan teknis pemotongan hewan kurban tetap menjadi tanggung jawab DKPP Tarakan. Meski demikian, koordinasi dengan kepolisian tetap dilakukan sejak awal.
“Nggak ada kalau di tim. Cuman koordinasi kita jalan ke polisi dari awal bulan itu koordinasi untuk pengawasan, koordinasi untuk pemantauan itu tetap ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan kepolisian sebelumnya dilakukan saat pengawasan bersama Satgas Pangan Nasional guna memastikan ketersediaan stok dan proses penjualan hewan kurban berjalan sesuai ketentuan.
“Kalau kemarin itu kan Satgas Pangan Nasional. Itu untuk memastikan ketersediaan, stok, terus penjualan apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau seperti apa,” katanya.
Berdasarkan data sementara DKPP Tarakan, jumlah stok sapi yang masuk tahun ini mencapai 1.494 ekor.
“Kalau di data kita yang masuk itu semua dengan stok yang sudah ada itu 1.494. Kalau yang sesuai dengan sistem yang masuk ya,” pungkasnya.


















Discussion about this post