KALTARAUPDATE.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara bersama Dinas Perhubungan Provinsi dan kabupaten/kota terus memperkuat transformasi digital sektor transportasi melalui Program Pelabuhan SIAP QRIS.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui Soft Launching Pelabuhan Liem Hie Djung SIAP QRIS di Kabupaten Nunukan, Selasa (19/5/2026).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Reza Hidayat yang mewakili Kepala KPw BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik menyampaikan, program tersebut merupakan upaya digitalisasi ekosistem transaksi di kawasan pelabuhan agar lebih efisien, transparan, dan inklusif melalui pemanfaatan sistem pembayaran berbasis QRIS.
Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah penumpang speedboat di Kalimantan Utara tercatat mencapai sekitar 959 ribu orang atau lebih tinggi dibandingkan total jumlah penduduk Kalimantan Utara yang sebesar 749 ribu jiwa.
<span;>“Hal ini menunjukkan pelabuhan memiliki peran strategis sebagai salah satu titik utama untuk memperluas pemanfaatan ekosistem keuangan digital melalui implementasi QRIS,” ujarnya.
<span;>Dijelaskan, inisiasi Program Pelabuhan SIAP QRIS telah dimulai sejak peluncuran program DIGI-PORT bersama Dinas Perhubungan Provinsi pada September 2025 melalui penyediaan QRIS oleh BPD Kaltimtara sebagai kanal pembayaran retribusi kepelabuhanan.
<span;>Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi di kawasan pelabuhan.
<span;>Selanjutnya, penguatan implementasi dilakukan melalui High Level Meeting TP2DD se-Kalimantan Utara yang menghasilkan komitmen seluruh kepala daerah untuk menyediakan alternatif pembayaran non-tunai pada layanan pelabuhan, baik untuk pembelian tiket penumpang maupun transaksi pendukung lainnya.
<span;>Pada Desember 2025, telah dilaksanakan soft launching Pelabuhan Tengkayu I sebagai piloting awal implementasi digitalisasi pembayaran di Kalimantan Utara.
<span;>Kemudian pada 17 April 2026, soft launching Pelabuhan Kayan II juga telah dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebagai bentuk komitmen penggunaan QRIS di ibu kota provinsi.
<span;>Kini, implementasi transformasi digital kembali diperluas melalui Soft Launching Pelabuhan Liem Hie Djung SIAP QRIS sebagai langkah bersama dalam memperluas transaksi non-tunai dan mendukung modernisasi layanan transportasi serta kepelabuhanan di Kabupaten Nunukan.
<span;>Kabupaten Nunukan dinilai memiliki peran strategis karena menjadi salah satu gerbang internasional Indonesia di wilayah utara Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia serta menjadi pusat perdagangan lintas batas.
<span;>Dalam implementasinya, Program Pelabuhan Liem Hie Djung SIAP QRIS melibatkan lima agen tiket dan seluruh owner speedboat sebagai pelaku utama dalam ekosistem transaksi. Implementasi tersebut juga didukung sektor perbankan.
<span;>Pemerintah Kabupaten Nunukan turut menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
<span;>Bupati Nunukan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Amin mengatakan perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang keuangan dan perbankan.
<span;>Menurutnya, kemajuan teknologi informasi digital kini telah merambah hampir seluruh lini kehidupan, mulai bidang kesehatan, pendidikan, militer, hingga sistem transaksi keuangan.
<span;>“Seiring perkembangan tersebut, Bank Indonesia terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mulai beralih menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang dinilai lebih praktis dibandingkan penggunaan uang tunai maupun kartu ATM,” katanya.
<span;>Ia menilai QRIS menjadi pilihan karena menawarkan berbagai kemudahan, seperti proses transaksi yang cepat, aman, mudah, dan efisien.
<span;>Selain itu, sistem pembayaran digital tersebut juga memberikan riwayat transaksi yang jelas sehingga memudahkan pengguna dalam memantau aktivitas keuangan mereka.
<span;>“Manfaat penggunaan QRIS tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga para pelaku usaha dan UMKM. Masyarakat tidak lagi direpotkan membawa dompet tebal berisi uang tunai maupun kartu ATM saat berbelanja. Cukup menggunakan telepon genggam dan transaksi dapat dilakukan dalam waktu singkat,” ujarnya.
<span;>Lebih lanjut disampaikan, dalam rangka mendukung transformasi digital tersebut, pada hari itu juga dilaksanakan launching penggunaan QRIS di lingkungan PLBL.
<span;>Kegiatan tersebut menjadi penanda resmi dimulainya penerapan sistem pembayaran digital di area pelabuhan sekaligus menunjukkan komitmen dalam mengikuti perkembangan teknologi di era modern.
<span;>Ke depan, implementasi QRIS diharapkan dapat diperluas pada berbagai layanan kepelabuhanan lainnya sebagai bagian dari akselerasi digitalisasi sistem pembayaran di Kalimantan Utara.
<span;>Selain itu, upaya digitalisasi tersebut akan terus diperkuat melalui rencana Peresmian Pelabuhan SIAP QRIS se-Kalimantan Utara pada Juni 2026 mendatang.
<span;>“Sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia terus mendorong penggunaan QRIS sebagai standar pembayaran digital nasional yang mudah, cepat, aman, dan andal,” kata Reza.
<span;>Kehadiran QRIS di Pelabuhan Liem Hie Djung diharapkan mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran tiket speedboat dan layanan lainnya secara non-tunai, sekaligus mendukung penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Utara.
<span;>Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten, sektor perbankan, agen tiket, owner speedboat, serta seluruh pihak terkait atas dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan program digitalisasi pelabuhan.
<span;>Kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan publik.


















Discussion about this post