KALTARAUPDATE.COM – Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara terus memperluas digitalisasi pembayaran tiket transportasi sungai dan laut melalui sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Setelah diterapkan di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, kini BI Kaltara bersiap melakukan soft launching pembayaran tiket speedboat menggunakan QRIS di Kabupaten Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.
Pada 19 Mei besok akan dilakukan soft launching di Pelabuhan Liem Hie
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan, peluncuran penggunaan QRIS di tiga daerah tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 21 Mei 2026.
“Nunukan, Malinau dan KTT itu akan kami soft launching besok pada 20 dan 21 Mei 2026. Mudah-mudahan akan terlaksana, sehingga nanti harapannya semua pelabuhan di Kalimantan Utara sudah menyediakan pembayaran secara QRIS dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ujar Hasiando G Manik, Kepala KPw BI Kaltara.
Menurut Hasiando, penerapan QRIS untuk pembelian tiket speedboat di Tarakan dan Tanjung Selor yang sudah berjalan hampir satu bulan terakhir menunjukkan respons positif dari masyarakat maupun stakeholder terkait.
Berdasarkan hasil diskusi dengan Pemerintah Provinsi Kaltara, penggunaan sistem pembayaran non tunai mulai mendapat apresiasi karena dinilai mempermudah transaksi dan mendukung digitalisasi layanan publik.
“Memang untuk data kita belum bisa lihat dan masih perlu waktu lagi. Namun dari beberapa stakeholder yang kami temui, mereka apresiasi dengan pembayaran tiket speedboat menggunakan QRIS,” katanya.
Ia berharap penggunaan QRIS di sektor transportasi laut dapat terus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh pihak terkait agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan dan dijaga oleh stakeholder yang ada,” tambahnya.
Selain di sektor transportasi, penggunaan QRIS di Kaltara secara umum juga mengalami peningkatan cukup signifikan.
BI Kaltara mencatat volume frekuensi transaksi QRIS meningkat hingga 400 persen atau empat kali lipat. Sementara dari sisi nominal transaksi meningkat sekitar 200 persen atau dua kali lipat.
“Ini menunjukkan orang semakin sering menggunakan QRIS. Jadi ini perkembangan yang cukup baik untuk Kaltara,” ungkap Hasiando.
Dengan perluasan penerapan QRIS di sejumlah pelabuhan daerah, BI Kaltara optimistis jumlah pengguna transaksi digital akan terus bertambah, terutama di kalangan usia produktif.
Saat ini, proporsi penggunaan QRIS di Kaltara disebut baru mencapai sekitar 25 persen dari target masyarakat usia 17 tahun ke atas.
“Berarti masih ada 75 persen lagi yang menjadi target kita. Jadi kita masih punya peluang meningkatkan itu secara jumlah orang dan frekuensinya,” tutupnya. (SL)





















Discussion about this post