KALTARAUPDATE.COM – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengingatkan kadernya agar tidak menjadikan perbedaan latar belakang sebagai penghalang dalam membangun komunikasi politik.
Pesan tersebut disampaikan Surya Paloh dalam video yang ditayangkan di kegiatan konsolidasi bersama kader Partai NasDem di Kalimantan Utara (Kaltara) dan dihadiri Wakil Ketum Partai NasDem Saan Mustopa.
Dalam pidatonya, Surya Paloh menegaskan bahwa setiap anak negeri, meski memiliki perbedaan suku maupun agama, tetap merupakan bagian dari satu bangsa dan tanah air.
Ia meminta kader NasDem membangun komunikasi politik yang terbuka dengan berbagai kelompok, baik partai yang berada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan.
Tanpa melihat latar belakang perbedaan suku dan agama, tapi dia adalah saudara kita sebangsa dan tanah air.
“Maka untuk itulah komunikasi politik yang dijalankan oleh NasDem adalah komunikasi politik yang begitu cair, tidak ada sekat hambatan psikologis apa pun itu, baik terhadap partai pengusung pemerintah, yang ada dalam pemerintahan, maupun yang di luar pemerintahan,” kata Surya Paloh.
Menurut Surya Paloh, sikap tersebut merupakan bagian dari cara NasDem memahami keberadaan partai politik dalam sistem demokrasi Indonesia.
Ia menilai partai politik tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan elektoral dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.
“Karena NasDem amat sangat bisa memahami tekad dan semangat ketika kita menghadirkan kehadiran kita sebagai institusi partai politik,” lanjutnya.
Institusi partai politik adalah membawa peranan yang begitu strategis dalam kehidupan sistem demokrasi yang dimiliki di negeri ini.
“Tidak hanya sekadar persiapan menghadapi dari satu pemilu ke pemilu berikutnya. Tapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah misi yang paling utama untuk melakukan proses pendidikan politik yang berkelanjutan dari waktu ke waktu tak ada hentinya,” bebernya.
Surya Paloh Ingatkan Kader, Kepentingan Bangsa Harus Diutamakan
Lebih jauh, Surya Paloh mengingatkan kader NasDem mengenai tanggung jawab partai politik dalam menjalankan proses pendidikan politik kepada masyarakat.
Menurutnya, salah satu bagian penting dari proses tersebut adalah menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun partai.
“Dari bahagian proses pendidikan politik itulah kewajiban bagi partai politik untuk mengedepankan national interest, kepentingan bangsa di atas kepentingan partai ini sendiri, Saudara-saudaraku semuanya,” lanjutnya.
Surya Paloh menilai keberadaan partai politik tidak akan memiliki makna apabila hanya digunakan untuk memperjuangkan kepentingan internal partai.
Karena itu, ia menegaskan NasDem tidak ingin menjadi partai yang hanya memikirkan kepentingan institusinya sendiri.
“Tidak ada artinya kita dengan segala rasa kebanggaan, gegap gempita hadir dari kelompok institusi partai politik kalau kita hanya terbatas berpikir bagi kepentingan institusi partai politik ini sendiri,” tambahnya.
Ia kemudian kembali menegaskan identitas dan sikap politik NasDem kepada para kader.
“Kita adalah kita, yang mengenal diri kita dengan niat baik kita, ketulusan hati kita, kejujuran hati kita, Indonesia di atas kepentingan partai ini sendiri,” pungkasnya. (SL)



















Discussion about this post