KALTARAUPDATE.COM – Gerakan Indonesia Asri di Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantor kelurahan.
Semangat bersih, rapi dan indah tersebut kembali diwujudkan dengan turun langsung ke lingkungan permukiman. Aparat kelurahan bersama warga bergotong royong membersihkan parit hingga ruas jalan, sebagai upaya menjaga lingkungan tetap nyaman sekaligus mencegah persoalan sampah dan saluran air.
Kegiatan berlangsung pada Jumat (7/8/2026) dan dipusatkan di sepanjang Jalan Masuk RT 6, baik pada sisi parit kanan maupun kiri, mulai sekitar pukul 07.30 WITA hingga selesai.

Hujan yang mengguyur kawasan Lingkas Ujung tidak menyurutkan semangat warga dan aparat kelurahan untuk melakukan pembersihan.
Sejumlah warga terlihat turun langsung membersihkan rumput, sampah dan kotoran yang berada di sekitar saluran air maupun sisi jalan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut Gerakan Indonesia Asri yang sebelumnya juga dilaksanakan di lingkungan Kantor Kelurahan Lingkas Ujung dan Balai Pertemuan.
Dalam kegiatan sebelumnya, Kelurahan Lingkas Ujung melakukan pembersihan dan penataan lingkungan kantor serta balai pertemuan. Sarana dan prasarana turut dicek dan ditata agar lingkungan menjadi lebih bersih, rapi dan nyaman.
Namun, bagi Kelurahan Lingkas Ujung, semangat tersebut tidak cukup hanya diterapkan di lingkungan kantor.
Gerakan Indonesia Asri juga perlu menyentuh lingkungan masyarakat, termasuk parit dan ruas jalan yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari warga.
Lurah Lingkas Ujung Safrudin melalui Sekretaris Lurah Edy Warsono mengatakan, kegiatan gotong royong tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa hanya dilihat dari sampah yang berada di permukaan. Kondisi saluran air juga perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan aliran air dan pergerakan sampah dari satu kawasan ke kawasan lainnya.
Bukan hanya mengangkut sampah rumah tangga, pembersihan juga menyasar parit yang menjadi jalur aliran air.
Rumput yang tumbuh di sekitar saluran dibersihkan. Sampah dan kotoran yang berpotensi menghambat aliran air juga diangkat.
Edy menilai kegiatan seperti itu penting dilakukan secara berkala. Sebab, persoalan sampah di lingkungan tidak berdiri sendiri dan dapat berkaitan antara kawasan satu dengan kawasan lainnya.
“Permasalahan itu dari hulu ke hilir kita enggak tahu. Dari hilir juga buang di sana, nanti hulu tempat numpuknya sampah,” tuturnya.
Karena itu, menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama. Tidak hanya pemerintah kelurahan, tetapi juga RT, kelompok masyarakat dan warga yang tinggal di lingkungan tersebut.
Gotong royong menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran bahwa kebersihan parit dan jalan bukan semata tanggung jawab petugas kebersihan.
Terlebih, saluran air memiliki fungsi penting bagi lingkungan permukiman. Ketika saluran dipenuhi sampah maupun rumput yang menghambat aliran, persoalan dapat muncul ketika debit air meningkat.
Kelurahan Lingkas Ujung ingin memastikan Gerakan Indonesia Asri tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Gerakan tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan di lingkungan masyarakat.
Sebab, menjaga lingkungan tetap Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) membutuhkan konsistensi.
Kebersihan kantor kelurahan, balai pertemuan, jalan lingkungan hingga parit harus menjadi bagian yang saling berkaitan.
Apalagi kawasan permukiman memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga produksi sampah juga perlu diimbangi dengan kesadaran untuk membuang dan mengelolanya dengan baik.
Pihak kelurahan pun berencana terus memperkuat koordinasi bersama RT dan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Termasuk mendorong kegiatan bersih-bersih secara gotong royong agar persoalan yang ditemukan di lapangan bisa segera ditangani bersama.
Kolaborasi dengan kelompok masyarakat, termasuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan tersebut.
Dengan pola gotong royong, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat dari lingkungan yang bersih, tetapi ikut mengambil peran dalam menciptakannya.
Gerakan Indonesia Asri di Lingkas Ujung pada akhirnya diharapkan tidak hanya terlihat ketika kegiatan bersih-bersih digelar.
Lebih dari itu, semangat tersebut diharapkan tumbuh menjadi kesadaran warga untuk menjaga parit tetap bersih, tidak membuang sampah sembarangan serta ikut merawat fasilitas dan lingkungan sekitar. Sebab, lingkungan yang bersih tidak tercipta dalam sehari.
Ia membutuhkan kepedulian yang dilakukan berulang-ulang, dari hulu hingga hilir, dan melibatkan semua pihak.
Kelurahan Lingkas Ujung pun terus mendorong agar semangat Indonesia Asri benar-benar menjadi gerakan bersama bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat. (Advetorial)


















Discussion about this post