KALTARAUPDATE.COM, NUNUKAN – Perum Bulog Cabang Tarakan memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap terjaga di wilayah Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik, Kalimantan Utara.
Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan yang juga membawahi wilayah Kabupaten Nunukan, Zamahsyari mengatakan pihaknya terus memperkuat distribusi beras SPHP hingga ke wilayah perbatasan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses beras dengan harga terjangkau sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan dan mengendalikan harga bahan pokok.
Menurut Zamahsyari, penyaluran beras SPHP di Nunukan dan Sebatik hingga pertengahan September 2026 masih berjalan secara konsisten.
“Distribusi dilakukan melalui jaringan outlet mitra Bulog, khususnya Rumah Pangan Kita (RPK), yang berada di sejumlah titik permukiman masyarakat,” katanya.
Pola distribusi melalui jaringan tersebut menjadi salah satu upaya Bulog mendekatkan akses pangan kepada masyarakat di wilayah perbatasan.
Wilayah Nunukan dan Sebatik memiliki tantangan tersendiri dalam distribusi pangan karena kondisi geografis kepulauan dan jarak antarwilayah yang dapat berdampak terhadap biaya serta waktu pengiriman.
“Karena itu, Bulog melakukan penguatan infrastruktur dan jaringan distribusi agar pasokan beras dapat tersedia lebih dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.
Salah satunya dengan mengoptimalkan gudang filial Bulog yang berada di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.
Keberadaan gudang tersebut dimanfaatkan untuk memperpendek rantai distribusi, menjaga kecukupan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta mempercepat pengiriman beras hingga ke tingkat pengecer.
Selain penguatan infrastruktur, Bulog juga terus membuka peluang kemitraan dengan pedagang lokal dan pelaku UMKM.
Pendampingan dilakukan, termasuk dalam membantu pedagang memenuhi persyaratan administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Langkah ini diharapkan dapat memperluas jaringan outlet RPK resmi sehingga masyarakat di wilayah pesisir dan perbatasan semakin mudah memperoleh beras SPHP,” lanjutnya lagi.
Bulog juga mengintensifkan kegiatan intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan canvassing secara berkala.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, serta jajaran TNI dan Polri.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan beras SPHP dapat tersalurkan kepada masyarakat dan dijual sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Zamahsyari menegaskan, distribusi beras SPHP ke Nunukan dan Sebatik bukan hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat di wilayah perbatasan.
Wilayah Nunukan dan Sebatik merupakan kawasan yang berada di beranda depan Indonesia sehingga ketersediaan bahan pangan menjadi salah satu aspek penting yang harus dijaga.
Bulog, kata dia, akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Ke depan, penguatan rantai pasok, perluasan jaringan distribusi serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya akan terus dilakukan.
Langkah tersebut untuk memastikan beras SPHP dapat menjangkau masyarakat secara merata, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Nunukan dan Sebatik.
“Perum Bulog juga memastikan akan terus mendukung kebijakan dan program intervensi pangan yang dijalankan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tambahnya.
Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan pangan, keterjangkauan harga serta stabilitas pasokan beras di Kalimantan Utara, termasuk wilayah perbatasan. (SL)


















Discussion about this post