KALTARAUPDATE.COM – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan yang aman dan bermutu terus digencarkan. Melalui kegiatan Bulan Mutu Karantina dan Keamanan Hasil Perikanan 2026, pemerintah bersama DPR RI mendorong edukasi sekaligus pembagian ikan kepada masyarakat di Kota Tarakan, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Aspirasi tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara, Hasan Saleh, serta Plh BPPMHKP, Whidi Anggraeni, sebagai narasumber utama.
Turut hadir Wali Kota Tarakan dr.H.Khairul, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara dan Kota Tarakan, perwakilan PSDKP, tokoh masyarakat dan konstituen serta masyarakat Tarakan.

Dalam keterangannya, Hasan Saleh menegaskan bahwa program Bulan Mutu menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, khususnya melalui asupan ikan yang sehat dan bernilai gizi tinggi.
“Ikan yang aman dan bermutu penting untuk dikonsumsi masyarakat. Harapannya, ini bisa berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia kita ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah melalui dinas terkait di daerah telah diberikan mandat untuk memastikan distribusi ikan berkualitas kepada masyarakat. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, program ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Menurutnya, peningkatan standar mutu hasil perikanan menjadi hal penting agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Ia menilai, kualitas produk perikanan nasional masih perlu ditingkatkan jika dibandingkan dengan negara lain, termasuk Singapura.

Selain itu, Hasan Saleh juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus menyalurkan berbagai bantuan kepada nelayan untuk mendukung peningkatan hasil tangkapan. Jika pada tahun sebelumnya bantuan difokuskan di Tarakan, maka pada 2026 ini penyaluran diarahkan ke wilayah Bunungan dan Tanjung Selor dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.
“Bentuk bantuannya beragam, mulai dari alat tangkap hingga kebutuhan lainnya untuk mendukung nelayan,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada sektor perikanan, kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan serta program Gemar Makan Ikan (Gemarikan) guna menekan angka stunting di masyarakat. Kegiatan serupa dijadwalkan menyasar sejumlah wilayah lain seperti Juata dan Karang Anyar.

Sementara itu, Whidi Anggraeni, Plh BPPMHKP menjelaskan bahwa kegiatan Bulan Mutu di Tarakan merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan di 24 provinsi di Indonesia. Diketahui BPPMHKP saat ini berada di bawah naungan KKP.
“Iya, betul. Di Tarakan ini kita melakukan pembagian ikan Bulan Mutu dan sosialisasi tentang edukasi secara pengenalan ikan yang segar,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pada tahun ini pihaknya menyiapkan sebanyak 455 paket ikan untuk dibagikan kepada masyarakat. Paket tersebut terdiri dari ikan bandeng serta beberapa produk olahan hasil UMKM.
“Untuk paket tahun ini kita ada 455 paket yang akan dibagikan kepada mitra kita, mitra dari DPR RI juga. Paket ikan ada bandeng dan beberapa bahan pengolahan dari UMKM,” jelasnya.
Menurut Whidi, pemilihan ikan bandeng sebagai komoditas utama didasarkan pada ketersediaan dan potensi lokal di Tarakan, sehingga lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Nah, ikan bandeng komoditas utama dari Kota Tarakan. Jadi harga juga masih masuk. Kalau ikan yang lain produksinya sedikit, kita agak kesulitan untuk mencari ikan itu,” katanya.
Dari sisi mutu, ia memastikan seluruh ikan yang dibagikan telah melalui proses pengujian organoleptik untuk memastikan kelayakan konsumsi.
“Kalau mutu ikan yang kita bagi ini, kita sudah melakukan pengujian organoleptik. Dicek secara fisik, misalnya mata, kondisi tubuh ikan, apakah masih segar atau tidak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengujian organoleptik dilakukan untuk menilai kualitas ikan segar sebelum didistribusikan. Sementara untuk produk olahan, terdapat metode pengujian lain seperti uji mikrobiologi.
“Karena ini ikan segar, kita cek secara fisik. Kalau sudah diolah, ada pengujian lainnya seperti mikrobiologi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung kandungan gizi ikan bandeng yang dinilai cukup tinggi, termasuk kandungan omega 3 yang baik untuk kesehatan.
Melalui kegiatan Bulan Mutu 2026 ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan berkualitas semakin meningkat, sekaligus mendorong daya saing produk perikanan Indonesia di pasar nasional maupun internasional. (SL)
















Discussion about this post