KALTARAUPDATE.COM – Memasuki usia senja bukan berarti seseorang harus berhenti belajar dan berkarya.
Semangat itulah yang dibawa melalui Sekolah Lansia S1, S2 dan S3 NURANI (Nusantara Ramah Lansia) yang diinisiasi Yayasan Al-Marhamah Indonesia di Kota Tarakan.
Program tersebut diluncurkan pada Kamis (2/7/2026) di Asrama Haji Kota Tarakan, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA.
Program pendidikan nonformal ini menjadi ruang bagi para lanjut usia untuk terus belajar, mengembangkan diri sekaligus menjaga kesehatan, kemandirian dan produktivitas di masa senja.
Lurah Lingkas Ujung, Safrudin, S.E. menyambut baik hadirnya Sekolah Lansia NURANI. Ia menilai program tersebut menjadi wadah positif bagi warga lansia agar tetap memiliki aktivitas yang bermanfaat dan tidak kehilangan semangat untuk terus berkembang.
“Saya mengucapkan selamat atas launching-nya program Sekolah Lansia S1, S2, dan S3 Sekolah Lansia NURANI (Nusantara Ramah Lansia). Semoga program ini menjadi wadah yang bermanfaat bagi para lansia untuk terus belajar, berkarya, hidup sehat, serta semakin bahagia dan bermakna di masa senja,” ujar Safrudin.
Sekolah Lansia NURANI dirancang dengan tiga jenjang pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi para lansia.
Pada jenjang S1, pembelajaran difokuskan pada pembentukan dasar, mulai dari kesehatan, adaptasi psikologis hingga membangun rasa percaya diri.
Selanjutnya S2, pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan kemandirian lansia melalui materi keagamaan, kesehatan preventif serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara S3 mendorong para lansia untuk tetap produktif, mampu memimpin, berkarya dan memberikan kontribusi bagi lingkungan maupun masyarakat.
Dengan konsep tersebut, para lansia tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian, tetapi juga sebagai bagian masyarakat yang tetap memiliki potensi dan peran.
Program ini memberikan ruang bagi lansia untuk terus mengaktualisasikan diri agar tetap sehat, mandiri, aktif dan berdaya.
Kehadiran Sekolah Lansia NURANI dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
Berdasarkan data BPS 2023 yang disampaikan dalam materi program, proporsi lansia di Indonesia telah mencapai 11,75 persen dari total penduduk.
Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai sekitar 20 persen pada 2045.
Di Kalimantan Utara sendiri, jumlah lansia disebut mencapai sekitar 26.000 jiwa, sementara lebih dari 2.400 lansia berada di Kota Tarakan berdasarkan data dihimpun Sekolah Lansia.
Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama agar bertambahnya jumlah lansia juga diikuti dengan peningkatan kualitas hidup.
Sekolah Lansia NURANI diharapkan menjadi salah satu wadah untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kemandirian, psikologis, keagamaan dan peran sosial.
Safrudin berharap keberadaan program tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya para lansia di Kota Tarakan.
Menurutnya, perhatian terhadap lansia bukan sekadar persoalan pelayanan, tetapi juga bagian dari upaya membangun lingkungan yang mampu menghargai dan memberikan ruang kepada warga senior untuk tetap berkontribusi.
“Kami berharap Sekolah Lansia NURANI ini dapat memberikan manfaat yang luas dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang ramah lansia,” katanya.
Ia juga mengajak berbagai pihak untuk ikut mendukung program yang memberikan ruang bagi para lansia agar tetap aktif dan memiliki kegiatan positif.
Sebab, masa tua menurutnya bukan akhir dari proses belajar maupun berkarya.
“Karena kita adalah mereka di kemudian hari,” tegas Safrudin.
Melalui Sekolah Lansia NURANI S1, S2 dan S3, para lansia diharapkan dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, mandiri, produktif dan bermartabat.
Program tersebut sekaligus membawa pesan bahwa setiap lansia tetap memiliki hak untuk belajar, tumbuh dan berdaya, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi di sekitarnya. (Advetorial)



















Discussion about this post