KALTARAUPDATE.COM – DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong percepatan pembangunan di wilayah perbatasan, pesisir, dan kepulauan. Salah satunya melalui kunjungan kerja ke DPR RI dengan membawa sejumlah usulan strategis yang dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026) itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muddain, ST, bersama sejumlah anggota DPRD Kaltara, yakni H. Ladullah, S.Hi., H. Muhammad Nasir, S.Pi., Komaruddin, S.Kom., MH., Saleh, SE., dan H. Mohammad Nafis.
Rombongan diterima langsung Kapoksi Fraksi PKS DPR RI, H. Alifudin, SH., MM. Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kaltara menyampaikan tiga program prioritas yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan daerah.
Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muddain, mengatakan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan perbatasan masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat, terutama pada sektor ekonomi dan infrastruktur penunjang.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan serta perluasan Program Kampung Nelayan yang selama ini dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
Melalui program tersebut, berbagai sarana dan prasarana penunjang aktivitas nelayan telah dibangun sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil tangkapan dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
DPRD Kaltara berharap program tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperluas cakupannya agar semakin banyak kawasan pesisir yang merasakan manfaatnya.
Selain sektor perikanan tangkap, DPRD Kaltara juga mendorong hadirnya industri pengolahan rumput laut di daerah.
Usulan tersebut muncul karena Kalimantan Utara selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Namun sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk bahan baku ke luar daerah sehingga nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dinikmati masyarakat setempat.
Keberadaan industri pengolahan rumput laut diyakini dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai jual produk, sekaligus memperkuat rantai ekonomi masyarakat pesisir.
“Selama ini hasil budidaya rumput laut yang menjadi komoditas unggulan Kaltara masih banyak dijual dalam bentuk bahan baku ke luar daerah. Kehadiran pabrik pengolahan diyakini mampu meningkatkan nilai tambah produk dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Tak hanya sektor ekonomi, DPRD Kaltara juga menyoroti pentingnya pemerataan akses digital di wilayah kepulauan dan desa-desa terpencil.
Hingga saat ini masih terdapat sejumlah kawasan yang menghadapi keterbatasan jaringan telekomunikasi dan akses internet, padahal kebutuhan layanan digital terus meningkat di berbagai sektor.
Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap pelayanan publik, pendidikan, kesehatan hingga peluang pengembangan ekonomi digital masyarakat.
Karena itu, DPRD Kaltara meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah yang masih blank spot maupun memiliki kualitas jaringan yang terbatas.
Melalui kunjungan kerja tersebut, DPRD Kaltara berharap tiga usulan utama yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dan masuk dalam agenda pembangunan nasional.
Dukungan terhadap Program Kampung Nelayan, pembangunan industri pengolahan rumput laut, serta penguatan konektivitas digital dinilai akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di Kalimantan Utara.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing daerah perbatasan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah paling utara Indonesia. (Advetorial)



















Discussion about this post