KALTARAUPDATE.COM – Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan Rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Bersama TNI Angkatan Laut, kegiatan tersebut akan menjangkau lima pulau di wilayah perairan Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur menggunakan KRI Ajak-653.
Di Kalimantan Utara sendiri, kegiatan ERB telah dilaksanakan sebanyak empat kali sejak 2022 dengan lintasan pelayaran meliputi wilayah perairan Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
Tahun 2022, Kepala KPwBI Kaltara saat itu masih dijabat Tedy Arief Budiman melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilaksankan pada Senin (7/2/2022) di Dermaga Kodaeral XIII, saat itu masih bernama Lantamal XIII.
Total sebanyak Rp 4.210.000.000 dibawa menggunakan KRI Tombak 629. Rutenya yakni Pulau Bunyu, Sebatik, kemudian menuju Desa Talisayan, Pulau Derawan dan Pulau Maratua.
Memasuki tahun 2023, Ekspedisi Rupiah Berdaulat kembali dilaksanakan KPwBI Kaltara. Total yang dibawa oleh tim ekspedisi sebanyak Rp 4,5 miliar menggunakan KRI Sidat. Adapun rutenya, Pulau Bunyu, Pulau Sebatik, Teluk Sulaiman, Pulau Maratua dan Pulau Derawan. Kegiatan pelepasan dilaksanakan di dermaga yang sama, Sabtu (29/7/2023) dan dipimpin langsung oleh kepala KPwBI Kaltara, Wahyu Indra Sukma yang menjabat pada saat itu.
Kemudian masuk tahun 2024, masih konsisten dengan programnya, KPwBI Kaltara kembali melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat pada Jumat (23/2/2024). Kala itu hadir Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono bersama Koordinator Staf Ahli Kepala Staf AL, Laksamana Muda TNI Budi Setiawan.
Ekspediai Rupiah Berdaulat 2024 lalu menggunakan KRI dr. Soeharso 990 dan memulai misi pelayarannya pada 23 Februari 2024 sampai 29 Februari 2024 dengan rute Sebatik, Derawan, Maratua, Talisayan dan Bunyu.
Di momentum tahun itu juga dirangkai peresmian Tugu Rupiah Berdaulat di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan pada 24 Februari 2024 dengan tujuan menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme dan membangun kesadaran pentingnya menjaga kedaulatan NKRI.
Masuk tahun 2025, kembali Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilaksanakan dan tim dilepas pada Selasa (15/7/2025). Total sebanyak Rp5 miliar uang layak edar dibawa oleh tim menggunakan KRI Singa 651. Rutenya Pulau Sebatik, Teluk Sulaiman, Maratua, Derawan dan Pulau Bunyu. KRI Singa 651 berlayar selama 7 hari.
Hadir di momen pelepasan saat itu Kepala Grup Departemen Pengelolaan Uang BI, Hari Widodo dan juga Kepala KPwBI Kaltara masih dijabat oleh pejabat sebelumnya, Hasiando Ginsar Manik.
Lalu untuk pelaksanaan tahun 2026, ekspedisi berlangsung selama tujuh hari dari tanggal 14 Juli 2026 hingga 20 Juli 2026 menggunakan KRI Ajak-653.
Selama sepekan pelayaran, tim akan mendatangi lima pulau, yakni Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman dan berakhir di Pulau Derawan.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia memastikan masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar, sekaligus mempertegas kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi hingga titik terluar Indonesia.
Dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, sinergi BI dan TNI Angkatan Laut bukan sekadar mendistribusikan uang Rupiah layak edar, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi hingga wilayah perbatasan Indonesia. Agus menyampaikan semangat kebangsaan melalui tema kegiatan.
Mewakili Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Utara, Agus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta mitra strategis yang telah mendukung pelaksanaan ERB 2026. Ia menilai menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda strategis nasional tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar.
Agus menegaskan, Kalimantan Utara sebagai provinsi yang berada di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan wilayah secara teritorial, namun juga melalui penguatan kedaulatan ekonomi serta memastikan Rupiah tetap menjadi simbol persatuan bangsa.
“Sebagai provinsi yang berada di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kalimantan Utara memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa di wilayah tepian negeri. Tanggung jawab tersebut tidak hanya diwujudkan melalui aspek teritorial, namun juga melalui penguatan kedaulatan ekonomi, perluasan akses keuangan, serta penguatan penggunaan Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus menyebut pelaksanaan ERB menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, khususnya di kawasan 3T. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memperluas manfaat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan, sekaligus memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga pelosok negeri.
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antar instansi untuk mendorong kemajuan ekonomi yang inklusif, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Melalui keselarasan langkah dan kebijakan, kita dapat memperluas manfaat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan, serta memastikan kehadiran negara dapat dirasakan secara nyata hingga ke pelosok negeri,” katanya.
Ia menambahkan sinergi Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga Rupiah, memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan perbatasan Indonesia.
“Melalui sinergi Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut Indonesia, kita mempertegas komitmen untuk menjaga Rupiah, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah perbatasan Indonesia,” ucap Agus.
Agus berharap seluruh rangkaian ERB Kalimantan Utara 2026 berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan.
“Semoga pelaksanaan ERB Kalimantan Utara 2026 dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, memberikan manfaat yang luas dan berdampak nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan, kepulauan serta perekonomian Kalimantan Utara,” lanjutnya.
Ia pun memberikan pesan kepada seluruh personel yang akan berlayar membawa misi menjaga Rupiah hingga ke pulau-pulau terluar.
“Selamat bertugas dan berlayar. Jaga perbatasan, jaga Rupiah, Indonesia Jaya.”
Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Program ini menjadi wujud komitmen Bank Indonesia dalam menyediakan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar hingga ke seluruh pelosok Nusantara, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan terpencil.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan tantangan geografis yang kompleks, distribusi uang Rupiah ke seluruh wilayah NKRI membutuhkan kolaborasi lintas lembaga.
Karena itu, Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut melaksanakan ERB 2026 di 19 provinsi yang menjangkau 97 pulau 3T, serta melaksanakan ERB mandiri di sejumlah provinsi lainnya yang menyasar 18 pulau 3T.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2012, ERB telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan. Pada 2025, Bank Indonesia melaksanakan total 18 kegiatan yang menjangkau 91 pulau dengan nilai penukaran uang mencapai Rp 154,4 miliar.
Sementara pada 2026, ERB Nasional kembali digelar sebanyak 19 kali di 19 provinsi dengan target menjangkau 97 pulau di kawasan 3T. (SL)


















Discussion about this post