KALTARAUPDATE.COM – Ketua Pansus LKPJ DPRD Tarakan, Barokah membeberkan sejumlah catatan usai tinjauan tim Pansus LKPJ Tahun Anggaran 2025 ke Gedung Tarakan Art & Convention Center (TACC).
Dalam peninjauan Pansus LKPJ Tahun Anggaran 2025, aspek perawatan fasilitas menjadi evaluasi. Ketua Pansus LKPJ DPRD Tarakan, Barokah, mengungkapkan bahwa hasil pengecekan langsung di lapangan menemukan sejumlah fasilitas pendukung perlu dibenahi. Misalnya, perlengkapan berbahan kain seperti sarung kursi dan taplak meja.
“Secara fisik gedung ini bagus, tapi ketika dilihat lebih detail, banyak perlengkapan yang tidak terawat dengan baik. Ini tentu mengurangi kualitas layanan,” ujarnya.
Dari penelusuran Pansus, persoalan ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan berkaitan dengan tidak tersedianya alokasi anggaran khusus untuk perawatan rutin, termasuk pencucian inventaris.
Selama ini, kebutuhan tersebut belum masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keberlangsungan aset daerah. Tanpa perawatan berkala, potensi kerusakan akan semakin besar dan berdampak pada penurunan nilai aset yang seharusnya bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi menyangkut manajemen aset. Kalau tidak dirawat, umur pakai akan lebih cepat habis,” tegasnya.
Di sisi lain, DPRD juga memberikan catatan terkait tarif sewa gedung TACC yang berkisar antara Rp50 juta hingga Rp90 juta. Tarif tersebut dinilai cukup tinggi.
“Kalau tarifnya tinggi, maka standar pelayanan juga harus tinggi. Jangan sampai pengguna merasa tidak puas,” lanjutnya.
Sebagai langkah perbaikan, DPRD mendorong pemerintah kota untuk segera mengalokasikan anggaran pemeliharaan secara rutin dalam perubahan anggaran tahun berjalan.
Selain itu, opsi kerja sama dengan pihak ketiga juga mulai dipertimbangkan guna meningkatkan profesionalitas pengelolaan.
Seluruh temuan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat gabungan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
DPRD berharap persoalan ini menjadi perhatian serius agar TACC benar-benar mampu menjadi wajah pelayanan publik yang representatif di Kota Tarakan.
“Evaluasi ini penting agar ke depan pengelolaan aset daerah bisa lebih optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)


















Discussion about this post