KALTARAUPDATE.COM – Ekonomi Kaltara tetap tumbuh tinggi tercatat pada triwulan 1 sebesar 5,23 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi Kaltara didukung lapangan usaha (LU) konstruksi dan LU perdagangan.
Hasiando Ginsar Manik, Kepala KPwBI Kaltara menjelaskan dari anhka 5,23 persen disumbang oleh pangsa PDRB Kaltara di antaranya pertambangan 25,81 persen, pertanian 15,16 persen dan perdagangan 14,00 persen.
Secara nasional, grafik garis pertumbuhan Kaltara memang masih ada di bawah nasional. Hasil analisis pada triwulan pertama, dibandingkan secara nasional, Indonesia tumbuh di angka 5,61 persen dan Kaltara 5,23 persen.

“Kalau kita lihat garisnya masih di bawah berwarna biru. Indonesia itu tumbuh 5,61, Kalimantan Utara 5,23 persen. Tapi relatif masih cukup tinggi,” ujarnya.
Hasiando melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Kaltara ditopang dari sisi lapangan usaha dan dari sisi permintaan. Berdasarkan sisi permintaan, didukung oleh investasi dan net ekspor.
Berdasarkan sektor yang disebutkan, utamanya adalah, yang tumbuh yang tinggi adalah konstruksi, kemudian disusul oleh perdagangan, baru diikuti oleh industri pengolahan.
Hasiando juga merilis tabel PDRB sisi pengeluaran pada Triwulan IV 2025 dan Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara masih ditopang sejumlah sektor utama, terutama konstruksi, perdagangan, dan industri pengolahan. Namun, beberapa sektor juga mengalami perlambatan bahkan kontraksi.
Sektor pertanian menunjukkan pertumbuhan positif. Pada Triwulan IV 2025 tercatat sebesar 1,79 persen dan meningkat menjadi 2,23 persen pada Triwulan I 2026. Hal ini menandakan aktivitas pertanian masih tumbuh stabil dan memberi kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, sektor pertambangan masih mengalami kontraksi. Pada Triwulan IV 2025 pertumbuhan tercatat minus 1,17 persen dan kembali melemah menjadi minus 3,13 persen pada Triwulan I 2026. Penurunan ini menunjukkan aktivitas pertambangan mengalami perlambatan cukup dalam dibanding triwulan sebelumnya.
Industri pengolahan tetap tumbuh positif meski melambat. Pada Triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 9,89 persen, kemudian turun menjadi 6,48 persen pada Triwulan I 2026. Meski menurun, sektor ini masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kaltara.
Lapangan usaha konstruksi menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Pada Triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 14,38 persen dan meningkat signifikan menjadi 17,62 persen pada Triwulan I 2026. Tingginya pertumbuhan ini menunjukkan masih kuatnya aktivitas pembangunan infrastruktur dan proyek strategis di Kalimantan Utara.

Hasiando melanjutkan, pada sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi, meskipun sedikit melambat. Pada Triwulan IV 2025 tumbuh 10,55 persen dan menjadi 9,92 persen pada Triwulan I 2026. Hal ini menunjukkan aktivitas perdagangan masih berjalan baik dan menopang konsumsi masyarakat.
Kemudian sektor transportasi dan pergudangan mengalami perlambatan cukup tajam. Pada Triwulan IV 2025 tumbuh 5,46 persen, lalu turun menjadi 3,29 persen pada Triwulan I 2026. Penurunan ini mengindikasikan aktivitas distribusi barang dan mobilitas mulai melambat.
Untuk kategori lainnya, pertumbuhan justru meningkat. Dari 5,63 persen pada Triwulan IV 2025 menjadi 8,20 persen pada Triwulan I 2026. Kenaikan ini menunjukkan sektor jasa dan usaha penunjang lainnya masih berkembang cukup baik.
Lebih lanjut Hasiando juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara dari sisi permintaan.
Dimana berdasarkan tabel PDRB sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih tumbuh stabil. Pada Triwulan IV 2025 tercatat sebesar 0,95 persen dan sedikit meningkat menjadi 0,98 persen pada Triwulan I 2026. Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat relatif terjaga.
Konsumsi LNPRT atau lembaga non-profit rumah tangga tercatat stabil di angka 0,04 persen pada kedua periode. Hal ini menandakan aktivitas lembaga non-profit belum mengalami perubahan signifikan.
Sementara itu, konsumsi pemerintah mengalami perbaikan. Pada Triwulan IV 2025 mengalami kontraksi sebesar minus 0,62 persen, kemudian berbalik tumbuh menjadi 0,95 persen pada Triwulan I 2026. Kenaikan ini menunjukkan mulai meningkatnya realisasi belanja pemerintah pada awal tahun 2026.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mengalami perlambatan. Pada Triwulan IV 2025 tumbuh 1,97 persen, lalu turun menjadi 1,79 persen pada Triwulan I 2026. Meski melambat, investasi masih mencatat pertumbuhan positif.Dari sisi ekspor, pertumbuhan mengalami peningkatan.
” Pada Triwulan IV 2025 sebesar 3,71 persen dan naik menjadi 4,26 persen pada Triwulan I 2026,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan permintaan luar daerah maupun luar negeri terhadap produk Kalimantan Utara masih cukup kuat.
Sementara impor mengalami lonjakan cukup tinggi. Pada Triwulan IV 2025 tercatat 0,57 persen, kemudian meningkat menjadi 2,76 persen pada Triwulan I 2026. Kenaikan impor ini dapat mengindikasikan meningkatnya kebutuhan bahan baku, barang modal, maupun barang konsumsi untuk mendukung aktivitas ekonomi daerah. (SL)



















Discussion about this post