KALTARAUPDATE.COM– Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bulungan sejak dini hari, memicu terjadinya bencana tanah longsor di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah hingga Desa Klubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Minggu (5/4/2026).
Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan, longsor terjadi sekitar pukul 05.00 Wita setelah hujan mengguyur sejak pukul 01.00 Wita hingga 06.00 Wita.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bulungan, Rafidin menjelaskan, curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah menjadi jenuh air sehingga tidak mampu menahan beban.
“Akibat curah hujan yang cukup tinggi, kondisi tanah menjadi jenuh air dan tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi longsor pada beberapa titik,” ujarnya.
Dari hasil pendataan, terdapat delapan titik longsor yang tersebar di jalur penghubung Desa Salimbatu menuju Desa Klubir. Rinciannya, tujuh titik berada di wilayah Desa Salimbatu dan satu titik lainnya di Desa Klubir.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kejadian ini berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat. Akses jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Palas Tengah dan Tanjung Palas Utara sempat terhambat, sehingga mobilitas warga dan distribusi barang ikut terdampak.
“Untuk korban jiwa nihil, namun aktivitas masyarakat terganggu karena akses jalan terdampak longsor,” jelasnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Bulungan langsung melakukan langkah cepat di lapangan. Tim diterjunkan untuk melakukan patroli dan pemantauan di lokasi terdampak.
Selain itu, petugas juga memasang papan peringatan di titik-titik rawan longsor guna mengantisipasi risiko lanjutan serta memberikan peringatan kepada pengguna jalan.
“Upaya yang kami lakukan antara lain patroli lokasi, pemasangan tanda peringatan, serta pendokumentasian untuk bahan laporan dan penanganan lebih lanjut,” tambah Rafidin.
BPBD Bulungan juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi terus dipantau guna memastikan keamanan warga serta kelancaran akses transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. (SL)



















Discussion about this post