KALTARAUPDATE.COM – Pelaksanaan Sensus Ekonomi di wilayah Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, terus berjalan. Pemerintah Kelurahan Sebengkok turut memberikan dukungan dengan membantu menyosialisasikan kegiatan pendataan tersebut kepada masyarakat melalui para ketua RT.
Lurah Sebengkok, Dhimas Clara Permana, mengatakan koordinasi antara pihak kelurahan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) telah dilakukan sejak awal pelaksanaan sensus.
Menurutnya, kelurahan kemudian meneruskan informasi tersebut kepada para ketua RT melalui grup komunikasi yang tersedia agar dapat disampaikan kembali kepada masyarakat di masing-masing wilayah.
“Kalau sensus ekonomi memang kemarin sudah koordinasi sejak awal dengan kami dan kami juga sudah sampaikan info melalui grup RT. Sudah kami sampaikan untuk dibantu,” ujar Dhimas.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut diperlukan karena dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi terdapat petugas BPS yang turun langsung melakukan pendataan ke masyarakat.
Kelurahan meminta para ketua RT ikut membantu memberikan pemahaman kepada warga bahwa kegiatan yang dilakukan petugas tersebut merupakan bagian dari program nasional.
“Karena sudah ada sensus, ada petugas sensus dari BPS dan diharapkan para ketua RT ini bisa menyampaikan ke seluruh warga,” katanya.
Warga Diminta Tak Takut Berikan Data
Dhimas mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian kelurahan adalah memastikan masyarakat memahami tujuan kedatangan petugas sensus.
Menurutnya, warga perlu diberi pengertian bahwa pendataan tersebut benar-benar merupakan kegiatan Sensus Ekonomi dalam program nasional. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu ragu ketika didatangi petugas.
“Artinya warga supaya diberi pengertian bahwa ini memang betul-betul sensus ekonomi, pendataannya dilakukan oleh program nasional,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang dibutuhkan petugas secara jujur sesuai kondisi yang sebenarnya.
“Diharapkannya warga ini bisa mendukung. Mendukungnya seperti apa? Sampaikan semua yang ditanyakan itu dengan jujur,” tuturnya.
Peran ketua RT juga dinilai cukup penting dalam pelaksanaan pendataan. Selain menyampaikan informasi kepada warga, ketua RT dapat membantu petugas BPS mengenali wilayah dan masyarakat yang menjadi sasaran pendataan.
Dhimas menyebut para ketua RT di Kelurahan Sebengkok sejauh ini memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut.
“Ketua RT juga alhamdulillah sangat kooperatif,” ungkapnya.
Karena itu, pihak kelurahan meminta petugas BPS untuk melakukan koordinasi langsung dengan ketua RT sesuai wilayah kerja masing-masing.
“Tugas BPS langsung kami minta supaya koordinasi dengan ketua RT sesuai dengan wilayah masing-masing,” kata Dhimas.
Koordinasi tersebut kemudian membantu petugas ketika melakukan pendataan dari rumah ke rumah.
“Ketua RT pun membantu teman-teman BPS untuk melakukan pendataan ke rumah-rumah warga,” lanjutnya.
Progres Lapangan Sudah 61,66 Persen
Dari sisi perkembangan pelaksanaan, Dhimas menyebut Kelurahan Sebengkok memperoleh laporan progres terbaru dari BPS.
Ia mengatakan, sebelumnya dirinya sempat mengikuti rapat bersama pihak BPS dan sejumlah pihak terkait untuk mendengarkan perkembangan pelaksanaan Sensus Ekonomi di wilayah Tarakan Tengah.
“Kemarin saya sempat ikut rapat di BPS, dengan Kecamatan Tarakan Tengah, dengan Pak Camat, dengan Lurah Kamusatu, dengan Lurah Selumit Pantai,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing wilayah menyampaikan perkembangan pelaksanaan pendataan.
Untuk Kelurahan Sebengkok, capaian yang diterima cukup baik. Bahkan, petugas yang melakukan pendataan di wilayah tersebut disebut memperoleh capaian progres yang termasuk tinggi.
“Kalau dari Sebengkok kemarin, ya alhamdulillah malah dapat apa ini, surveornya mendapat nilai yang juga teratas dalam hal capaian progres. Capaiannya sudah baik,” jelas Dhimas.
Menurutnya, salah satu faktor yang membantu kelancaran pendataan adalah petugas yang melakukan survei juga berasal dari wilayah Sebengkok.
“Karena memang yang melakukan survei juga orang Sebengkok juga di situ, jadi mereka sudah tahu, sudah paham,” katanya.
Kondisi tersebut membuat proses pendekatan kepada masyarakat relatif lebih mudah. Warga juga dinilai tidak terlalu khawatir ketika petugas datang untuk melakukan pendataan karena sebagian sudah mengenal petugas tersebut.
“Jadi warga pun juga tidak takut karena sudah kenal,” tutur Dhimas.
Data 27 Juli: Submit ke Sistem 56,83 Persen
Berdasarkan laporan yang diterima Kelurahan Sebengkok dari BPS, per 27 Juli 2026, progres pelaksanaan Sensus Ekonomi di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Untuk progres lapangan, capaian pendataan telah mencapai 61,66 persen.
Sementara untuk data yang telah disubmit atau dimasukkan ke dalam sistem, progresnya mencapai 56,83 persen.
“Kalau per tanggal Juli ini progres lapangan itu 61,66 persen, untuk submitnya 56,83 persen,” ungkapnya.
Dhimas memastikan angka tersebut merupakan data terbaru yang disampaikan kepada pihak kelurahan.
“Progres lapangan sudah mencapai 61,66 persen, progres untuk submit mungkin submit ke sistem, submitnya ke sistem itu 56,83 persen,” katanya.
“27 Juli 2026 kemarin yang kami ini data terbaru,” lanjut Dhimas.
Capaian tersebut menunjukkan proses pendataan masih terus berjalan. Artinya, masih terdapat bagian wilayah dan masyarakat yang belum selesai didata maupun belum seluruh datanya masuk ke sistem.
Kelurahan Sebengkok pun masih terus mendukung petugas BPS agar pendataan dapat berjalan sesuai target.
Sebengkok Miliki 5.671 Kepala Keluarga
Selain membahas progres Sensus Ekonomi, Dhimas juga menyampaikan data agregat kependudukan yang dimiliki Kelurahan Sebengkok.
Data tersebut diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan menjadi gambaran jumlah kepala keluarga serta penduduk di wilayah Kelurahan Sebengkok.
Berdasarkan data agregat tersebut, tercatat 5.671 kepala keluarga (KK) .
Rinciannya, sebanyak 4.346 KK laki-laki, sementara 1.325 KK perempuan.
“Kalau jumlah KK ini, laki-laki itu 4.346. Itu jumlah KK laki-laki, untuk yang perempuan itu 1.325. Jadi total KK-nya ada 5.671,” jelas Dhimas.
Data tersebut merupakan data agregat untuk seluruh wilayah Kelurahan Sebengkok, bukan rincian per masing-masing RT.
Jumlah Penduduk 16.840 Jiwa
Sementara untuk jumlah penduduk, Kelurahan Sebengkok tercatat memiliki 16.840 jiwa berdasarkan data yang disampaikan kepada kelurahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.695 jiwa merupakan laki-laki dan 8.145 jiwa merupakan perempuan.
“Kalau jumlah penduduk, laki-lakinya berjumlah 8.695 jiwa, perempuannya 8.145 jiwa. Totalnya 16.840 jiwa,” ungkapnya.
Namun, Dhimas mengingatkan bahwa angka tersebut masih dapat mengalami perubahan mengikuti pembaruan data kependudukan.
Data yang digunakan tersebut merupakan data yang tersedia hingga Desember 2025, sehingga kondisi penduduk pada 2026 sangat mungkin mengalami perubahan.
“Ini masih bisa berubah nih, Pak, ya?” tanya pewawancara.
“Betul,” jawab Dhimas.
Menurutnya, perubahan data kependudukan dapat terjadi karena adanya perpindahan penduduk, perubahan status administrasi, maupun pembaruan data yang dilakukan oleh instansi terkait.
Kelurahan Tak Lagi Mudah Pantau Perubahan Data
Dhimas menjelaskan, pihak kelurahan saat ini juga memiliki keterbatasan dalam memantau perubahan data kependudukan secara langsung seperti sebelumnya.
Hal itu karena proses administrasi kependudukan kini lebih banyak dilakukan melalui instansi yang menangani data kependudukan.
“Kami di kelurahan susah memantau karena ya tidak seperti dulu, ya. Tidak ada laporan lagi ke sini,” katanya.
Ia menyebut perubahan data kependudukan kini dapat langsung masuk melalui instansi terkait, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil maupun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sesuai jenis layanan administrasi yang dilakukan.
“Jadi kan langsung bisa ke DPMPTSP, ke Capil, seperti itu,” jelas Dhimas.
Dengan dukungan kelurahan, ketua RT dan masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Sebengkok diharapkan dapat terus berjalan hingga seluruh sasaran pendataan selesai.
Kelurahan juga terus mendorong warga agar tidak ragu menerima petugas BPS dan memberikan informasi yang dibutuhkan secara benar.
Bagi Dhimas, koordinasi antara BPS, kelurahan, ketua RT dan masyarakat menjadi bagian penting agar program nasional tersebut dapat berjalan dengan baik di tingkat lingkungan.
Terlebih, hingga 27 Juli 2026, progres lapangan di Kelurahan Sebengkok telah mencapai 61,66 persen, sedangkan progres submit ke sistem berada di angka 56,83 persen. (Advetorial)





















Discussion about this post