KALTARAUPDATE.COM – Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, mencatat sejumlah kejadian musibah dan bencana sepanjang 2026. Berdasarkan laporan yang diterima kelurahan dari para ketua RT, kejadian tersebut didominasi tanah longsor, tanah amblas, pohon tumbang, hingga jalan terputus dan amblas.
Lurah Sebengkok, Dhimas Clara Permana, mengatakan data kejadian bencana tersebut dihimpun berdasarkan laporan yang disampaikan masing-masing ketua RT di wilayah Kelurahan Sebengkok.
Untuk periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 13 kejadian dalam rekapitulasi Kelurahan Sebengkok. Jumlah kejadian paling banyak terjadi pada Maret 2026, ketika sejumlah wilayah dilaporkan mengalami tanah longsor, tanah amblas, hingga pohon tumbang.
Dhimas menjelaskan, jika khusus melihat kejadian tanah longsor, terdapat lima kejadian yang tercatat dalam data hingga Juni 2026. Seluruh kejadian tersebut terjadi pada Maret dan April.
“Kalau di tanah longsor sendiri sebenarnya ada lima, itu pun di bulan Maret,” ujar Dhimas.
Namun, ia menjelaskan, rangkaian kejadian yang masuk dalam laporan kelurahan tidak hanya berupa tanah longsor. Sejak awal tahun, sejumlah kejadian lain juga telah dilaporkan dari wilayah RT.
Pada Januari 2026, misalnya, laporan yang diterima Kelurahan Sebengkok berkaitan dengan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang. Pohon tersebut bahkan dilaporkan menimpa rumah warga di RT 31.
“Kalau di bulan Januari, laporan yang masuk ke kami itu angin kencang, itu pohonnya tumbang di RT 31 menimpa rumah,” jelasnya.
Februari, Jalan Terputus dan Amblas
Memasuki Februari 2026, kejadian yang dilaporkan berbeda. Kali ini berupa jalan terputus dan amblas yang terjadi di wilayah RT 34.
Dhimas menyebut, laporan tersebut menjadi salah satu catatan kejadian bencana pada awal tahun sebelum jumlah kejadian meningkat pada Maret.
“Kemudian di bulan Februari ini ada jalan terputus dan amblas di RT 34,” katanya.
Situasi kemudian lebih banyak terjadi pada Maret. Berdasarkan rekapitulasi Kelurahan Sebengkok, terdapat enam kejadian yang tercatat pada bulan tersebut.
Dari sejumlah kejadian itu, empat di antaranya berupa tanah longsor. Dua kejadian tanah longsor terjadi di RT 14, kemudian masing-masing satu kejadian di RT 26 dan RT 23.
Selain tanah longsor, pada bulan yang sama juga terdapat kejadian tanah amblas di RT 23 serta pohon tumbang di RT 14.
Dhimas mengatakan, Maret memang menjadi periode yang cukup banyak menerima laporan kejadian bencana dari masyarakat melalui ketua RT.
“Yang agak banyak ini memang di bulan Maret. Di bulan Maret-nya tanah longsor ada empat kejadian, di RT 14 itu ada dua, terus di RT 26 dan RT 23 itu tanah longsor,” tuturnya.
Ia melanjutkan, selain empat kejadian tanah longsor tersebut, terdapat pula tanah amblas dan pohon tumbang yang masuk dalam laporan pada bulan yang sama.
“Lalu ada tanah amblas di RT 23 dan pohon tumbang di RT 14, itu bulan Maret,” lanjut Dhimas.
April Masih Ada Longsor
Memasuki April, kejadian tanah longsor masih dilaporkan terjadi di wilayah Kelurahan Sebengkok.
Satu kejadian tanah longsor tercatat berada di RT 13.
“Kalau bulan April ini tanah longsor di RT 13,” ungkapnya.
Setelah itu, pada Mei 2026, jenis kejadian yang dilaporkan kembali beragam. Dalam rekapitulasi kelurahan, terdapat empat kejadian, yakni tanah amblas sebanyak dua kejadian serta dua kejadian pohon tumbang.
Dua kejadian tanah amblas tercatat terjadi di RT 29. Sementara pohon tumbang masing-masing terjadi di RT 20 dan RT 31.
Sementara pada Juni 2026, tidak terdapat kejadian yang tercatat dalam rekapitulasi musibah atau bencana Kelurahan Sebengkok.
“Selebihnya di bulan Mei ini ada tanah amblas dan pohon tumbang. Kalau di bulan Juni belum ada,” kata Dhimas.
Dengan demikian, berdasarkan data Januari-Juni, Maret menjadi bulan dengan jumlah laporan kejadian paling banyak, yakni enam kejadian.
Juli Mulai Ada Laporan Baru
Meski data rekapitulasi yang tersedia sebelumnya baru sampai Juni, Dhimas menyebut perkembangan kejadian pada Juli sudah mulai menerima laporan baru.
Ia mengatakan, pada Juli terdapat beberapa kejadian, termasuk pohon tumbang dan tanah longsor.
“Kalau bulan Juli kan belum selesai, ini jadi masih berproses. Tapi ada laporannya di bulan Juli ini,” ujarnya.
Menurut Dhimas, kejadian yang dilaporkan pada Juli berada di lokasi yang berbeda dari sejumlah lokasi kejadian sebelumnya.
“Berbeda. Ini kemarin yang saya ada di RT 30, mungkin akhir bulan Juli,” katanya.
Karena Juli masih berjalan dan proses pendataan belum ditutup, Kelurahan Sebengkok masih menunggu laporan terbaru dari wilayah RT untuk memastikan keseluruhan kejadian yang terjadi selama bulan tersebut.
Dhimas mengatakan, pembaruan data akan dilakukan setelah laporan dari RT diterima dan direkap oleh pihak kelurahan.
“Mungkin Agustus nanti ada laporan terbaru yang kami pun di laporan di bulan Juli yang ter-update,” jelasnya.
Laporan RT Jadi Dasar Pendataan
Pendataan kejadian bencana di Kelurahan Sebengkok dilakukan berdasarkan informasi yang disampaikan dari tingkat RT. Artinya, setiap kejadian yang terjadi di lingkungan warga dapat dilaporkan melalui ketua RT untuk kemudian menjadi bagian dari rekapitulasi kelurahan.
Dari data tersebut terlihat bahwa kejadian yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan longsor. Pohon tumbang juga menjadi salah satu kejadian yang berulang, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi menimbulkan angin kencang.
Sementara kejadian tanah longsor dan tanah amblas tersebar di sejumlah RT dan beberapa di antaranya terjadi dalam periode yang berdekatan.
Secara keseluruhan, 13 kejadian tercatat dalam rekapitulasi Januari-Juni 2026, terdiri dari kejadian pohon tumbang, jalan terputus dan amblas, tanah longsor, serta tanah amblas.
Kejadian terbanyak berada pada Maret dengan enam laporan. Kemudian Mei dengan empat kejadian, sementara Januari, Februari dan April masing-masing mencatat satu kejadian. Pada Juni tidak terdapat laporan dalam rekapitulasi.
Adapun untuk Juli, data masih dalam proses pemutakhiran karena laporan dari wilayah RT masih dapat bertambah hingga akhir bulan.
Dhimas menegaskan bahwa data yang dimiliki kelurahan akan terus diperbarui mengikuti laporan yang masuk dari para ketua RT.
“Ini data yang tersampaikan ke kami, laporan dari para ketua RT,” pungkasnya. (Advetorial)





















Discussion about this post