KALTARAUPDATE.COM – Universitas Terbuka (UT) Tarakan mengawali perjalanan akademik ratusan mahasiswa baru Semester 2026 Ganjil melalui kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) dan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) yang digelar di Gedung Pertemuan BPK Perwakilan Kalimantan Utara, Kota Tarakan, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bersama jajaran pimpinan UT Tarakan. Direktur UT Tarakan Jeji Muhamad Najib, dalam sambutannya menegaskan bahwa orientasi bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa, tetapi menjadi fondasi penting agar mahasiswa memahami sistem pembelajaran di Universitas Terbuka.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan terpaksa dipindahkan ke luar kampus karena tingginya jumlah peserta yang mencapai sekitar 350 mahasiswa baru pada gelombang pertama.
“Kita tidak dapat melaksanakan kegiatan di kantor UT Tarakan saat ini karena jumlah mahasiswa peserta kita ada sekitar 350 orang. Mungkin nanti di gelombang berikutnya ada sekitar 270 lagi yang belum dapat jatah kegiatan ini. Jadi mohon maaf kita melaksanakan kegiatan di luar kantor UT Tarakan. Namun demikian saya kira tidak mengurangi semangat kita untuk mengikuti kegiatan ini sampai selesai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Jeji juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Tarakan yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap perkembangan Universitas Terbuka sejak awal berdiri di Kota Tarakan.
“Pada kesempatan hari ini kita kembali dibersamai oleh Bapak Wali Kota Tarakan seperti semester-semester sebelumnya. Alhamdulillah kita ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wali Kota atas dukungannya untuk kita semua. Dari mulai UT berdiri, tanah kita dicarikan oleh Bapak Wali Kota sehingga bisa dibangun di depan bandara,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Jeji, mahasiswa baru harus memahami bahwa sistem pendidikan di Universitas Terbuka berbeda dengan perguruan tinggi konvensional karena mengedepankan konsep pendidikan tinggi terbuka dan pendidikan tinggi jarak jauh.
“Mahasiswa UT adalah mahasiswa yang harus menjadi pembelajar mandiri. Kenapa? Karena memang UT didirikan untuk teman-teman yang memiliki kemandirian lebih dibandingkan mahasiswa konvensional. Sistem belajar di UT memiliki dua konsep utama, yaitu pendidikan tinggi terbuka dan pendidikan tinggi jarak jauh,” jelasnya.
Ia menerangkan, konsep pendidikan terbuka berarti memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa dibatasi usia, tahun kelulusan, maupun lokasi tempat tinggal.
“Selama memiliki minimal ijazah SMA, mau umur berapa pun, mau lulusan kapan pun, boleh masuk ke UT. Dari mana pun posisinya, baik dari Kota Tarakan sampai wilayah yang sangat jauh. Mahasiswa kita di Lumbis banyak, di Krayan banyak, di Krayan Selatan ada. Bahkan saudara-saudara kita yang ada di Sabah, Malaysia, juga sebagian besar ikut ke UT Tarakan. Sebentar lagi insyaallah Brunei juga akan menjadi bagian dari UT Tarakan,” ungkapnya.
Jeji mengatakan, UT Tarakan juga akan memperluas layanan pendidikan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di luar negeri agar tetap memperoleh akses pendidikan tinggi.
“Para tenaga PMI kita yang ada di luar negeri akan kita kelola menjadi mahasiswa UT Tarakan dan kita akan memberikan layanan pendidikan yang setara untuk mereka semuanya,” tegasnya.
Jeji menjelaskan bahwa OSMB merupakan tahapan awal sebelum mahasiswa mengikuti kegiatan LPKBJJ yang dirancang untuk membekali mahasiswa menghadapi sistem belajar mandiri.
“Kegiatan pertama kita namanya OSMB atau Orientasi Studi Mahasiswa Baru. Setelah itu teman-teman akan kami undang ke dalam kegiatan LPKBJJ, yaitu Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh. Di situ teman-teman akan belajar bagaimana cara belajar di UT,” katanya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar bersiap menghadapi tantangan belajar secara mandiri, termasuk membaca modul perkuliahan yang jumlahnya cukup banyak dalam waktu yang terbatas.
“Ketika buku datang ke rumah, jangan heran ada setumpuk buku dengan ketebalan minimal sekitar 360 halaman per buku. Kalau mengambil enam mata kuliah berarti harus membaca ribuan halaman sampai bulan November karena Desember sudah ujian. Cara membaca buku UT ada triknya dan itu akan dipelajari di kegiatan LPKBJJ,” ujarnya.
Selain membekali kemampuan akademik, Jeji juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga integritas selama menempuh pendidikan.
“Jadilah mahasiswa yang baik, gunakan cara-cara yang baik. Jangan sampai melanggar integritas akademik. Hindari segala bentuk kecurangan. Jangan senang mencontek karena semua kecurangan selalu ada jejak,” pesannya.
Ia berharap lulusan UT Tarakan nantinya tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi memiliki daya saing dan kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
“Harapan saya teman-teman menjadi lulusan UT yang profesional, adaptif dan memiliki daya saing tinggi. Jangan sampai ketika lulus dari UT hanya menambah jumlah pengangguran. Kalau teman-teman membutuhkan pelatihan atau tambahan keterampilan di luar kurikulum, silakan sampaikan kepada kami,” katanya.
Jeji juga mengajak mahasiswa membangun jejaring selama kuliah serta memanfaatkan media sosial secara bijaksana.
“Berbijaksanalah dalam bermedia sosial. Jangan sampai mengeluarkan ujaran kebencian atau melanggar etika sebagai mahasiswa. Kalau ingin menyampaikan kritik atau berdiskusi mengenai kebijakan, datanglah ke kampus. Kita siapkan ruang diskusi, bahkan kita hadirkan narasumber agar semuanya disampaikan dengan cara yang baik,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Jeji meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian orientasi hingga selesai agar memahami seluruh aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
“Ikutilah kegiatan ini sampai selesai. Ketika informasi disampaikan secara utuh, maka tidak akan ada bias di tengah perjalanan. Banyak mahasiswa yang tidak mengetahui aturan akademik karena tidak mengikuti orientasi sampai selesai. Jadi manfaatkan kegiatan ini sebagai bekal awal perjalanan akademik teman-teman,” pungkasnya. (SL)



















Discussion about this post