KALTARAUPDATE.COM – Kelurahan Pamusian menerima kunjungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan koordinasi terkait pendataan korban dan penyintas pascakebakaran yang terjadi di mes eks Kantor Pajak beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kejadian kebakaran yang sebelumnya telah disampaikan Kelurahan Pamusian kepada instansi terkait, Rabu (24/6/2026).

Lurah Pamusian, Adi Aryanto, mengatakan pertemuan tersebut berfokus pada koordinasi data korban maupun penyintas yang terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Kalau dari kunjungan BPBD tadi ini terkait koordinasi ya, terkait surat laporan kami, terkait beberapa kejadian. Beberapa waktu lalu ada kejadian mes kebakaran itu, mes kantor pajak yang kebakaran,” ujarnya.
Menurut Adi, BPBD sebelumnya telah menerima tembusan laporan yang disampaikan pihak kelurahan terkait insiden kebakaran tersebut.
“Jadi dari BPBD sudah nerima tembusan surat kami ini terkait dengan laporan kejadian kebakaran,” katanya.
Dalam pertemuan itu, BPBD juga berupaya mengumpulkan dan menyinkronkan data para penyintas maupun korban yang sempat tinggal atau memanfaatkan fasilitas di lokasi yang terbakar.
“Kalau hari ini mencoba koordinasi terkait dengan data-data mungkin penyintasnya atau mungkin korban yang mungkin sempat atau ada menggunakanlah fasilitas itu,” jelasnya.
Untuk melengkapi data yang dibutuhkan, Kelurahan Pamusian akan kembali berkoordinasi dengan ketua RT serta masyarakat sekitar yang mengetahui kondisi penghuni sebelum kebakaran terjadi.
“Makanya nanti kami kembali untuk mencari, menggali data-data melalui RT dan masyarakat sekitar, masyarakat yang kemarin tinggal di situ, seperti itu,” ujarnya.
Pendataan tersebut dinilai penting agar pemerintah memiliki data yang akurat mengenai warga terdampak sehingga dapat digunakan dalam proses tindak lanjut berikutnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada batas waktu khusus yang diberikan BPBD kepada kelurahan untuk menyerahkan data tersebut.
“Sejauh ini belum-belum ada, karena mungkin sifatnya koordinasi seperti itu,” kata Adi.
Ia menjelaskan, proses yang berjalan saat ini masih berupa koordinasi awal untuk memastikan seluruh informasi terkait korban dan penyintas dapat dihimpun secara lengkap.
“Karena mungkin diarahkan, semoga dari penyintas-penyintas itu kan ada koordinasi dengan BPBD Provinsi dan mungkin Kesra Provinsi,” ujarnya.
Adi mengatakan, data yang nantinya berhasil dihimpun akan menjadi bahan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi apabila terdapat program bantuan bagi korban kebakaran.
“Mungkin terkait setelah tahu ya kita sifatnya koordinasi menyampaikan, sempat nanti dari pemerintah ada santunan atau bantuan untuk para penyintas, seperti itu sih,” katanya.
Dalam proses tersebut, Kelurahan Pamusian berperan sebagai fasilitator yang membantu penyampaian data dari masyarakat kepada instansi terkait.
Menurut Adi, pihak kelurahan siap memberikan dukungan administrasi dan pendataan agar kebutuhan informasi dari BPBD dapat terpenuhi.
“Ya memberikan dukungan data, kita memfasilitasi lah kan seperti itu, untuk menyampaikan data,” pungkasnya. (Advetorial)
















Discussion about this post