KALTARAUPDATE.COM – Kelurahan Lingkas Ujung, Kota Tarakan, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Bahkan, pihak kelurahan berencana menyampaikan sejumlah masukan kepada Badan Pusat Statistik (BPS), salah satunya mendorong agar ketua RT dilibatkan secara langsung dalam proses pendataan di lapangan.
Masukan tersebut akan disampaikan Lurah Lingkas Ujung, Safrudin bersama jajaran saat menghadiri rapat koordinasi bersama BPS yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) besok.
Menurut Safrudin, pelibatan RT dinilai penting agar data yang dikumpulkan benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat dan menjadi dasar penyaluran berbagai program bantuan pemerintah secara tepat sasaran.
“Kalau Lingkas Ujung memang kami sudah menerima informasi terkait sensus ini. Sebelum mereka turun ke lapangan, memang koordinasi ke kelurahan dulu. Dari kelurahan kami men-support kegiatan BPS dalam pendataan, baik terkait desil, bantuan-bantuan, maupun program pemerintah lainnya,” ujar Safrudin didampingi Sekretaris Kelurahan Lingkas Ujung, Edy Warsono.

Ia menjelaskan, selama ini koordinasi antara BPS dan pihak kelurahan terus berjalan. Bahkan, pembahasan lanjutan akan dilakukan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor BPS.
“Koordinasi tetap berjalan, bahkan besok ada rapat jam 2 di kantor BPS. Banyak yang akan dibahas, masalah desil dan segala macam, termasuk bantuan,” katanya.
Safrudin mengatakan, evaluasi data menjadi hal penting mengingat masih diperlukan pencocokan agar penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi ekonomi terkini.
Menurutnya, masih ada kemungkinan ditemukan data yang belum diperbarui, seperti penerima bantuan yang telah meninggal dunia atau masyarakat yang kondisi ekonominya sudah berubah namun masih tercatat sebagai penerima bantuan.
“Karena banyak bantuan ini masih mau di-cross check. Bukan tidak percaya, tapi memang harus dicek lagi ke rumah-rumah. Bantuan sekarang harus tepat sasaran,” ucapnya.
“Ada yang sudah almarhum tapi masih mendapatkan bantuan. Atau orang yang dulunya memang kategori susah, sekarang statusnya sudah berubah, sudah mapan. Nah, itu pentingnya pendataan. Kalau memang tidak layak lagi, ya bisa diberikan kepada yang benar-benar layak,” sambungnya.
Dalam rapat bersama BPS nanti, Safrudin mengaku akan mengusulkan agar petugas sensus tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng RT ketika melakukan pendataan.
Menurutnya, ketua RT merupakan pihak yang paling memahami kondisi sosial dan ekonomi warganya sehingga dapat membantu memastikan data yang dikumpulkan lebih akurat.
“Tapi memang usulan kami begini, kalau bisa nanti pendataan itu berkolaborasi. Yang ujung tombaknya memang BPS, tetapi bagian pendataannya harus koordinasi sama RT. Ayo kita jalan sama-sama,” ujarnya.
Ia menuturkan, usulan tersebut muncul setelah menerima berbagai masukan dari masyarakat mengenai adanya warga yang dinilai layak menerima bantuan namun justru tidak masuk dalam data. Sebaliknya, ada pula warga yang dianggap sudah mampu tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan.
“Itu informasi dari warga. Ada yang bilang, ‘Kok dia sudah banyak motornya, saya ini janda, suami tidak ada, tapi kami tidak dapat bantuan’. Nah, kalau saya lihat kuncinya memang di pendataan petugasnya,” katanya.
Safrudin menilai, pelibatan RT dapat meminimalkan potensi kekeliruan karena RT mengetahui secara langsung kondisi setiap keluarga di wilayahnya.
Meski demikian, ia menyadari para ketua RT juga memiliki kesibukan masing-masing sehingga diperlukan komunikasi yang baik antara petugas sensus dan perangkat wilayah.
“Yang tahu permasalahan itu sebenarnya RT. Memang RT juga punya pekerjaan, tapi tinggal bagaimana mencari celah waktunya. Tergantung komunikasi lagi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar proses pendataan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi tetap mengedepankan kualitas data yang dihasilkan. “Jangan maunya BPS hanya mengejar target, tanggal sekian harus selesai. Kalau berpatokan begitu, datanya bisa tidak akurat,” tegasnya. Safrudin menambahkan, Kelurahan Lingkas Ujung sendiri memiliki 18 RT dan 4 RW dengan jumlah 2.306 kepala keluarga. Sementara jumlah penduduk tercatat sebanyak 8.331 jiwa, terdiri atas 4.202 laki-laki dan 4.129 perempuan. Wilayah Kelurahan Lingkas Ujung memiliki luas sekitar 184 hektare atau 1,16 kilometer persegi yang mencakup kawasan daratan hingga pesisir. (Advetorial)

















Discussion about this post