KALTARAUPDATE.COM – Inflasi Kaltara tetap terjaga dalam kisaran target nasional pada April 2026, yaitu 2,68 persen(yoy). Secara bulanan, inflasi Kaltara tercatat 0,02 persen (mtm).
Inflasi Kaltara didorong kenaikan harga tomat dan bawang merah akibat pasokan terbatas serta kenaikan tarif angkutan udara akibat adanya kenaikan harga avtur.
Di sisi lain, penahan inflasi adanya penurunan harga pada komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan.

Kepala KPw BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik menyampaikan, inflasi Kaltara sampai dengan April 2026 adalah 1,16 persen secara year to date.
“Jadi akumulasi dari inflasi di Januari, Februari, Maret dan April 1,16 persen, dimana kalau secara year on year itu adalah 2,68 persen. Year on year itu adalah membandingkan April tahun ini dengan April tahun lalu dapatnya 2,68 persen, dan itu masih berada di range target kita, yaitu 2,5 plus minus 1 persen,” papar Hasiando Ginsar Manik.
Ia melanjutkan lagi, terkait dengan inflasi ini, tentu BI harus mengidentifikasi. Apalagi Kaltara masih ketergantungan yang cukup tinggi dengan daerah lain. Sehingga kemandirian pangan harus terus didorong, sekaligus meminimalisir ketergantungan Kaltara termasuk Tarakan terhadap daerah lain.
“Karena kalau dalam jangka pendek, memang kerjasama antar daerah itu bisa kita pilih untuk menutupi berbagai kebutuhan atau kekurangan dari konsumsi yang tidak bisa diproduksi lokal, tapi dalam jangka panjang tentu kita berharap agar produksi dan produktivitas pertanian kita akan meningkat,” urainya panjang lebar.
Hasiando melanjutkan lagi, Bank Indonesia Kalimantan Utara memperkirakan bahwa di tahun 2026, inflasi akan tetap terjaga, meski terdapat beberapa resiko untuk kanan inflasi global, seperti tensi geopolitik dan perang dagang, serta resiko inflasi dari dalam negeri seperti meningkatnya kebutuhan pangan didorong berkembangnya industri dan meningkatnya realisasi MBG di Kalimantan Utara.
Namun lanjutnya ini baru berbicara potensi. Potensi itu artinya kalau daerah bisa penuhi kebutuhan konsumsi yang akan digunakan untuk memiliki.
“Seharusnya itu tidak menjadi sumber inflasi, ya ini risiko saja, selama kita bisa memastikan suplai dari makanan ataupun bahan komunitas disuplai untuk kebutuhan program pemerintah, itu akan menjadi baik, karena program ini, program MBG ini menurut kami, kalau pengalaman kami, ketika meninjau langsung, ya banyak adik-adik kita yang bersekolah itu merasakan manfaat dari makan kondisi gratis ini,” bebernya lagi.
Apalagi di perbatasan, lanjut Hasiando, kadang anak-anak selalu sarapan sebelum masuk program MBG.
“Apa yang terjadi kalau enggak sarapan? Enggak fokus. Nah dengan adanya makan bergigi, itu membuat mereka bersemangat ke sekolah, bersemangat datang ke sekolah, dan bersemangat juga, dan fokus mengikuti pelajaran,” jelasnya.
Namun demikian ia tak menampik, tentu ada beberapa hal yang harus diperbaiki dari sistem yang ada. Dan itu memang menjadi tantangan bersama. “Dari sisi anak-anak kita, khususnya di Kalimantan Utara, itu mereka senang dengan adanya makanan yang diberikan secara gratis dan bergigi juga,” terangnya.
Berdasarkan data BPS, gabungan 3 (tiga) kabupaten/kota IHK Provinsi Kalimantan Utara pada Maret 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,57 persen (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,47 persen (mtm).
Secara tahunan, inflasi Gabungan 3 (tiga) kabupaten/kota IHK Provinsi Kalimantan Utara tercatat sebesar 3,12 persen (yoy) lebih rendah dari inflasi Nasional.
Hasindo menjelaskan lagi, inflasi month-to-month gabungan 3 (tiga) kabupaten/kota IHK Provinsi Kaltara pada Maret 2026 terutama didorong oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Kelompok Transportasi dengan komoditas yang memiliki andil terbesar adalah Cabai Rawit (andil 0,24 persen), Daging Ayam Ras (andil 0,13 persen), Angkutan Udara (andil 0,10 persen), Ikan Bandeng (andil 0,05 persen) dan Telur Ayam Ras (andil 0,05 persen).
” Harga Cabai Rawit meningkat seiring kenaikan permintaan menjelang periode HBKN Idul Fitri dan terbatasnya pasokan di beberapa sentra produksi,” ujarnya.
Kemudian Kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh penyesuaian harga di tingkat pedagang yang merespons ekspektasi permintaan di momen Idul Fitri. Sementara itu, kenaikan harga angkutan udara disebabkan oleh tingginya permintaan angkutan udara sejalan dengan puncak mobilisasi masyarakat saat libur Idul Fitri.
Ia menambahkan lagui, penahan inflasi pada Maret 2026 didorong oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, terutama pada komoditas Emas Perhiasan (andil -0,06). Penurunan harga Emas Perhiasan dipengaruhi oleh koreksi harga emas global di tengah dinamika ketegangar geopolitik yang masih berlangsung yang mulai terinternalisasi oleh pasar domestik.
Selain itu deflasi juga didorong oleh komoditas Sawi Hijau (andil -0,03 persen), Komoditas kangkung (andil -0,03 persen), angkutan laut (andil -0,03 persen) dan komoditas bayam (andil -0,01 persen).
“Untuk komoditas hortikultura, hal ini dipicu oleh melimpahnya pasokan lokal seiring masa panen dan cuaca yang kondusif, sedangkan untuk angkutan laut dikarena turunnya permintaan ditengah dominasi transportasi udara,” pungkasnya. (SL)


















Discussion about this post