KALTARAUPDATE.COM – Transformasi digital yang mengubah pola konsumsi informasi masyarakat menjadi perhatian serius Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara. Melalui kegiatan Capacity Building Wartawan 2026, BI Kaltara mendorong insan pers agar terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kerja jurnalistik.
Kepala KPw BI Kaltara, Hasiando G Manik menilai perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, menuntut media untuk menghadirkan informasi yang lebih relevan dan mudah diakses.
“Kalau dulu orang terbiasa membaca teks atau artikel panjang, sekarang generasi muda lebih banyak mengakses TikTok dan Instagram yang berbasis video. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media,” ujar Hasiando G Manik saat membuka kegiatan Capacity Building Wartawan 2026.
Menurutnya, perkembangan digitalisasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat penyebaran informasi yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat. Karena itu, BI menghadirkan narasumber dari media nasional dan praktisi komunikasi untuk berbagi pengetahuan kepada jurnalis yang bertugas di Kalimantan Utara.
Ia menyebut, kemampuan memanfaatkan AI menjadi salah satu keterampilan yang kini dibutuhkan dalam mendukung pekerjaan jurnalistik sehari-hari. Meski demikian, penggunaan teknologi tersebut tetap harus diiringi proses verifikasi agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan orisinal.
“Dengan AI pekerjaan yang sebelumnya terasa berat bisa lebih mudah dilakukan. Tapi tetap harus diverifikasi dan dipastikan tetap jenuin, bukan sekadar copy paste,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hasiando juga menegaskan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan media dalam membangun optimisme masyarakat terhadap perkembangan ekonomi daerah. Menurutnya, pemberitaan yang konstruktif dapat menjadi energi positif bagi pertumbuhan Kalimantan Utara.
“Kita ingin ekonomi provinsi ini semakin baik dari waktu ke waktu. Kalau ada kekurangan tentu boleh dikritik, tapi dengan bahasa yang konstruktif dan positif agar bisa menjadi bahan perbaikan bersama,” ucapnya.
Ia mencontohkan, berbagai inovasi dan program BI Kaltara selama dua tahun terakhir dijalankan dengan tujuan mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah.
Tak hanya berbicara soal penguatan kapasitas media, suasana kegiatan juga diwarnai momen emosional ketika Hasiando menyampaikan pamit kepada insan pers di Kaltara. Ia mengungkapkan dalam waktu dekat akan mendapat penugasan baru di kantor pusat Bank Indonesia.
“Bulan ini paling lama saya sudah harus bergeser ke kantor pusat. Kalau selama interaksi ada kekurangan, saya mohon maaf,” tuturnya.
Hasiando berharap hubungan baik yang selama ini terjalin antara BI Kaltara dan media tetap terjaga, sekaligus mendorong wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan jurnalistik di tengah perubahan zaman. (*)


















Discussion about this post