KALTARAUPDATE.COM – Aktivitas penukaran uang baru selama Ramadan di wilayah Kalimantan Utara menunjukkan tren peningkatan. Hingga pekan ketiga Ramadan, realisasi penukaran uang yang difasilitasi Bank Indonesia sudah mencapai ratusan miliar rupiah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltara, Hasiando Ginsar Manik menyampaikan, hingga 11 Maret 2026 total uang tunai yang keluar atau outflow tercatat mencapai Rp358,5 miliar.
Jumlah tersebut merupakan gabungan dari penukaran uang pecahan besar seperti Rp50 ribu dan Rp100 ribu, serta pecahan kecil mulai Rp20 ribu hingga Rp1.000 yang biasanya banyak diburu masyarakat menjelang Idulfitri.
“Total aliran outflow hingga 11 Maret 2026 mencapai Rp358,5 miliar untuk seluruh pecahan, baik pecahan besar maupun kecil,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan proyeksi kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri di Kalimantan Utara yang diperkirakan mencapai Rp701,7 miliar, maka realisasi penukaran saat ini sudah menyentuh sekitar 51 persen.
Menurut Hasiando, angka tersebut masih akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan, mengingat permintaan uang baru biasanya meningkat mendekati hari raya.
Bank Indonesia pun memastikan ketersediaan uang tunai tetap aman hingga memasuki masa Idulfitri.
“Tentu angka ini masih akan bergerak karena masih ada waktu menuju Idulfitri. BI sudah menyiapkan kebutuhan uang pecahan besar maupun kecil bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk mekanisme penukaran, masyarakat saat ini hanya dapat melakukan pemesanan melalui layanan digital PINTAR yang disediakan oleh Bank Indonesia.
Melalui sistem tersebut, penukaran uang dilakukan berdasarkan jadwal dan kuota yang telah ditentukan. Setiap masyarakat dapat menukar uang dengan batas maksimal Rp5,3 juta per orang.
Sistem digital ini diterapkan secara nasional untuk memastikan proses penukaran berjalan lebih tertib dan merata.
“Penukaran sekarang tidak lagi dilakukan secara langsung di lokasi. Semua harus mendaftar melalui aplikasi atau website PINTAR,” lanjutnya.


















Discussion about this post