KALTARAUPDATE.COM – Tanam perdana padi cetak sawah resmi dilaksanakan Rabu (7/1/2026). Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes, bersama Wakil Wali Kota Tarakan Ibnud Saud Is melaksanakan kegiatan Tanam Padi dan Cetak Sawah di lokasi Cetak Sawah RT 17 Ring Road, Kelurahan Juata Laut, Rabu (7/1/2026).
Dalam kegiatan dihadiri juga Dandim 0907 Tarakan, Kepala BWS Wilayah V Tanjung Selor, Anggota DPRD Kaltara, perwakilan DPKP Kaltara, perwakilan BI Kaltara, perwakilan Bulog Tarakan, jajaran kepala OPD di Pemkot Tarakan.
Dikatakan Wali Kota Tarakan, dr.H.Khairul, M.Kes, hari ini menjadi momentum penanaman perdana. Tiga bulan lagi akan dilaksanakan masa panen.
Tentunya kata Khairul, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Tarakan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebijakan nasional di bidang pertanian.
Diketahui, Program Cetak Sawah tersebut memiliki total luasan 202 hektare dan diharapkan mampu meningkatkan produksi padi serta kesejahteraan petani di Kota Tarakan.
“Pada tahap awal, dilakukan tanam padi seluas kurang lebih 15 hektare menggunakan benih unggul varietas Mekongga yang dikelola oleh Brigade Pangan Juata Inti Perkasa (JIP), dengan target produktivitas sekitar 3 ton per hektare,” ungkap Khairul.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tarakan menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, berupa benih padi unggul, kapur pertanian, alat dan mesin pertanian, serta dukungan teknologi pertanian modern. Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0907/Tarakan serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara atas dukungan sarana dan prasarana pertanian sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan penanaman tadi, juga sekaligu menyaksikan panen raya dan pengukuman swasembada pangan nasional bersama Presiden RI.
Ia melanjutkan selebihnya nanti setelah simbolis, akan dilanjutkan kelompok tani dengan berbagai cara. Ada yang tanam pindah, ada sistem tabela dengan menggunakan drone.
Ia melanjutkan petani menggunakan drone karena mengingat lahan cukup luas.
“Maka dibantu drone dan metode tanam lainnya. Semoga tiga bulan ke depan sudah bisa dipanen sejak ditanam hari ini,” lanjut Khairul.
Estimasi perkiraan yang didapatkan sekitar 1 hektare diharapkan bisa hasilkan 3 ton gabah. Sehingga jika ada sekitar 202 hektare diharapkan bisa hasilkan lebih banyak. Meski demikian tak bisa juga memenuhi semua kebutuhan. Paling tidak mengurangi ketergantungan. (SL)
Sumbet Foto: Humas Pemkot Tarakan





















Discussion about this post