KALTARAUPDATE.COM – Respons cepat ditunjukkan berbagai pihak saat kebakaran melanda satu unit gudang kosong milik Pelindo di kawasan Pelabuhan Malundung, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, Kamis (18/6/2026) malam.
Selain petugas pemadam kebakaran dan aparat keamanan, pihak Kelurahan Lingkas Ujung juga turut terlibat langsung dalam lintas koordinasi dan membantu penanganan kejadian tersebut.

Berdasarkan Berita Acara Kejadian Kebakaran yang diterbitkan Kelurahan Lingkas Ujung, peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WITA di gudang kosong milik Pelindo yang berada di area Pelabuhan Malundung RT 04. Ini disampaikan Lurah Lingkas Ujung, Safruddin.
Lebih lanjut ia menyampaikan kronologi
Kebakaran pertama kali diketahui setelah saksi melihat adanya asap dan kobaran api yang keluar dari bagian bangunan gudang kosong tersebut.
“Menyadari adanya potensi bahaya yang dapat meluas ke fasilitas lain di kawasan pelabuhan, laporan segera disampaikan kepada pimpinan dan instansi terkait untuk dilakukan penanganan darurat,” kata Lurah Lingkas Ujung.
Pihak Kelurahan Lingkas Ujung bersama unsur terkait bergerak cepat berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran Pelindo, Pertamina, serta Pemerintah Kota Tarakan guna memastikan proses penanganan berjalan efektif.
Lurah Lingkas Ujung bersama perangkat kelurahan juga hadir di lokasi untuk membantu koordinasi dan pemantauan situasi selama proses pemadaman berlangsung.
” Kehadiran pemerintah kelurahan menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan berjalan lancar dan kondisi tetap aman bagi masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur gabungan turut hadir di lokasi, yakni personel Polres Tarakan, Polsek KSKP, Brimob Kalimantan Utara, General Manager Pelindo beserta staf, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lingkas Ujung, PMK Pelindo, PMK Pertamina, PMK Kota Tarakan, hingga personel Koramil 0907-01/Tarakan Timur.
Sinergi berbagai pihak tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.10 WITA atau kurang dari satu jam setelah kejadian pertama kali dilaporkan.
Upaya cepat itu juga berhasil mencegah api merembet ke bangunan maupun fasilitas lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Berdasarkan hasil sementara, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada arus pendek listrik atau korsleting.
” Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dan investigasi dari pihak berwenang,” bebernya.
Sementara itu, terkait dampak kerugian akibat kebakaran, hingga saat ini masih dilakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut.
Pihak terkait belum dapat memastikan nilai kerugian material yang ditimbulkan karena proses pemeriksaan lokasi masih berlangsung.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan keadaan darurat. Berkat kerja sama antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, pihak pelabuhan, dan petugas pemadam kebakaran, situasi dapat segera dikendalikan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar. (Advetorial)



















Discussion about this post