KALTARAUPDATE.COM – Universitas Terbuka (UT) Tarakan mencatat lebih dari 700 peserta ambil bagian dalam kegiatan UT Tarakan Festival (UTFest) Volume 4 Tahun 2026.
Jumlah tersebut melampaui perkiraan panitia, meskipun persiapan dan sosialisasi kegiatan hanya dilakukan sekitar dua minggu.
Direktur Universitas Terbuka (UT) Kota Tarakan, Jeji Muhammad Najib, mengatakan antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan.
Peserta tidak hanya berasal dari kalangan umum dan pelajar SMP, tetapi juga melibatkan mitra UT, sentra layanan UT, hingga ikatan alumni.
“Alhamdulillah dari hari pertama sampai hari terakhir ini penutupan, rupanya euforia para peserta ya, baik dari umum maupun dari anak SMP, kemudian dari mitra-mitra kita ya, dari sentra layanan UT, dari ikatan alumni, itu semuanya alhamdulillah bersatu padu dan didukung oleh EO dari teman-teman Radar Tarakan, alhamdulillah ya kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Jeji.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya UTFest Volume 4 hingga kegiatan berakhir dengan lancar dan meriah.
Menurutnya, jumlah peserta yang terlibat di luar dugaan karena waktu persiapan relatif singkat.
“Alhamdulillah jumlah peserta sesungguhnya di luar dugaan juga, karena memang persiapan kami agak mepet waktunya. Jadi sosialisasi itu hanya sekitar 2 minggu, akan tetapi ternyata sekarang itu bisa melibatkan lebih dari 700 peserta,” ungkapnya.
Lebih dari 700 peserta tersebut mengikuti sejumlah cabang perlombaan, mulai dari e-Football, Mobile Legends hingga turnamen futsal yang menjadi rangkaian terakhir kegiatan.
Jeji menjelaskan, turnamen futsal dalam UTFest tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga kalinya.
Setiap tahun, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sekolah-sekolah di Tarakan. Bahkan, terdapat sekolah yang mengirimkan dua hingga tiga tim untuk berkompetisi.
Tingginya minat peserta membuat sejumlah tim harus masuk daftar tunggu atau waiting list karena keterbatasan kuota.
“Ini sudah ketiga kalinya. Iya, kegiatan futsal ini sudah tahun ketiga dan alhamdulillah hampir setiap tahun kita selalu didukung oleh setiap sekolah, sehingga banyak juga di antara mereka yang dapat waiting list, artinya minat mereka, tim mereka untuk ikut men-support kegiatan ini juga alhamdulillah sudah sangat bagus gitu ya. Jadi ada satu sekolah bisa mengirim ada dua sampai tiga tim,” jelasnya.
Tidak hanya menjangkau peserta di Kota Tarakan, cabang olahraga elektronik atau e-sport Mobile Legends juga melibatkan peserta dari sejumlah daerah di Kalimantan Utara hingga luar negeri.
Jeji menyebut peserta Mobile Legends berasal dari Tarakan, Nunukan, Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Malinau, Sebatik, Krayan hingga Kota Kinabalu, Malaysia.
Total terdapat 54 tim yang mengikuti kompetisi Mobile Legends tersebut.
Adapun juara pertama diraih peserta dari SMKN 1 Tarakan, sedangkan juara kedua berasal dari Kabupaten Bulungan.
“Untuk yang kegiatan Mobile Legends itu bisa melibatkan dari Tarakan, Nunukan, kemudian Bulungan, Kabupaten Tanah Tidung, kemudian dari Malinau, Sebatik, Krayan, sampai di Kota Kinabalu. Ya, jadi alhamdulillah 54 peserta untuk kegiatan Mobile Legends ini, 54 tim ya, yang berjuang gitu alhamdulillah. Yang juara 1 dari Kota Tarakan, ya dari SMKN 1 dan juara 2-nya dari Bulungan,” katanya.
Melihat tingginya animo masyarakat, UT Tarakan berencana terus menjadikan UTFest sebagai agenda tahunan.
Jeji mengatakan kegiatan tersebut biasanya diselenggarakan menjelang atau setelah memasuki semester kedua.
Selain menjadi bagian dari sosialisasi UT kepada masyarakat, UTFest juga diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
Menurutnya, peserta dapat menunjukkan kemampuan melalui bidang olahraga konvensional maupun olahraga digital.
“Insyaallah ini kan kegiatan rutin ya, kegiatan tahunan, jadi UTFest ini merupakan kegiatan tahunan yang biasa kita selenggarakan menjelang setelah apa namanya? Semester kedua gitu ya, sebagai bagian dari sosialisasi UT kepada masyarakat, kemudian juga kegiatan ini juga memberikan wadah kepada anak-anak muda di sini sebagai ajang untuk meraih prestasi, kemudian membuktikan skill, kemampuan, gitu ya,” tuturnya.
Terkait pelaksanaan turnamen futsal, Jeji mengatakan tahun ini pesertanya masih berasal dari sekolah-sekolah di Kota Tarakan.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang sempat diikuti peserta dari Tanjung Selor.
Ia menjelaskan, keterlibatan peserta dari luar daerah membutuhkan biaya operasional lebih besar, terutama untuk mendukung kebutuhan akomodasi dan mobilisasi peserta.
Karena itu, untuk tahun ini pelibatan peserta dari luar Tarakan lebih difokuskan pada cabang olahraga elektronik atau e-sport.
Di sisi lain, UTFest Volume 4 juga mendapat dukungan dari Ikatan Keluarga Alumni UT yang berencana memberikan beasiswa kepada pemain terbaik.
Jeji menyebut, alumni siap memberikan beasiswa kepada pemenang yang nantinya melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Terbuka.
“Iya, kebetulan dari ikatan keluarga alumni dari kemarin support terus, mereka ingin memberikan beasiswa bagi pemain terbaik. Dari pemenang kegiatan ini, mereka masuk kuliah ke UT, mereka siap memberikan beasiswa, gitu. Saya kira itu sudah sangat bagus ya supporting dari teman-teman keluarga alumni,” ungkapnya.
Meski pelaksanaan kegiatan secara umum berjalan lancar, Jeji mengakui masih terdapat sejumlah hal yang menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan.
Salah satunya berkaitan dengan pengendalian emosi peserta saat pertandingan berlangsung.
Ia mencontohkan, meskipun panitia telah menggelar technical meeting, masih ada beberapa pemain yang terbawa emosi hingga membawa persoalan pertandingan ke luar lapangan.
Namun, menurutnya, tim penyelenggara atau event organizer (IO) bersama petugas keamanan bergerak cepat menangani situasi tersebut sehingga tidak berkembang lebih luas.
“Nah, untuk kegiatan evaluasi, dari setiap tahun memang saya lihat memang dari sisi itu sudah semakin membaik ya, walaupun belum sempurna. Nah, kayak kemarin beberapa dari pemain juga setelah kita berikan technical meeting, tapi ada beberapa yang masih terbawa emosi kemudian sampai membawa ke luar lapangan emosinya,” jelas Jeji.
Ia menambahkan, respons cepat dari panitia dan petugas keamanan membantu menjaga situasi tetap terkendali selama kegiatan berlangsung.
“Akan tetapi saya kira tim dari IO dan keamanan juga alhamdulillah sudah sangat gerak cepat ya untuk menangani hal tersebut sehingga tidak berlanjut ke lebih meluas. Jadi alhamdulillah suasananya yang kondusif masih bisa kita ciptakan di kegiatan ini,” pungkasnya. (SL)
















Discussion about this post