KALTARAUPDATE.COM, TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan terus mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memfasilitasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket C bagi warga binaan yang mengikuti pendidikan kesetaraan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Lapas Kelas IIA Tarakan dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Marhamah Tarakan, Sabtu (10/10/2026).
Dikatakaan Kalapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, pelaksanaan tes berlangsung di ruang perpustakaan Lapas Kelas IIA Tarakan dan diikuti seorang warga binaan yang selama ini aktif mengikuti kegiatan pendidikan kesetaraan Paket C.
Program ini menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk tetap mengenyam pendidikan meskipun sedang menjalani masa pidana.
TKA melalui PKBM tersebut merupakan bagian dari program pendidikan kesetaraan yang terakreditasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan.
“Selain mendukung pemenuhan hak pendidikan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi akademik warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” bebernya.
Melalui pendidikan, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan diri, serta mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Pelaksanaan TKA Paket C juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Kelas IIA Tarakan,” lanjutnya.
Pendidikan kesetaraan di lingkungan pemasyarakatan dinilai penting untuk membuka kesempatan bagi warga binaan dalam memperoleh pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
Di sisi lain, kegiatan tersebut merupakan implementasi 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya di bidang pendidikan kesetaraan.
“Program ini sekaligus mendukung upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam memperluas akses layanan pendidikan kesetaraan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan,” terangnya.
Dengan adanya fasilitas pendidikan tersebut, Lapas Kelas IIA Tarakan turut mendorong warga binaan untuk memanfaatkan masa pembinaan dengan kegiatan positif, salah satunya melalui pendidikan.
Diharapkan, kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri dan menjalani proses reintegrasi sosial ketika kembali ke masyarakat.


















Discussion about this post