KALTARAUPDATE.COM – Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) memberikan dampak terhadap perkembangan usaha kelompok masyarakat (Pokmas) di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Salah satunya dirasakan Pokmas Imbaya Bais di Desa Tana Merah. Melalui bantuan hibah dan pendampingan yang diterima, kelompok usaha olahan kerang dara tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga lima kali lipat.
Ketua Pokmas Imbaya Bais, Ratnawati, menceritakan sebelum mendapatkan bantuan dan pembinaan melalui program M4CR, usaha yang dirintisnya masih dijalankan secara individu dengan kapasitas produksi terbatas.
Ia mulai merintis usaha pengolahan kerang dara sejak 2017. Saat itu, produksi yang mampu dikerjakan hanya sekitar satu kilogram bahan baku dalam sehari.
Namun, setelah mendapatkan bantuan hibah dan pendampingan, usahanya mengalami perkembangan. Kini, kapasitas pengolahan bahan baku kerang dara bisa mencapai lima kilogram.
“Alhamdulillah, menurut saya perkembangannya setelah saya dapat bantuan dari M4CR dulu, usaha saya bisa dibilang sangat maju dan yang awalnya saya kerjakan sehari itu hanya 1 kilo bahan baku, sekarang saya bisa mengerjakan 5 kilogram,” ujar Ratnawati.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha secara berkelompok.
Sebelumnya, Ratnawati menjalankan usaha secara mandiri tanpa memiliki kelompok. Setelah memperoleh dana hibah dari program tersebut, ia kemudian membentuk kelompok dan merekrut ibu-ibu di Desa Tana Merah untuk terlibat dalam kegiatan produksi.
Saat ini, Pokmas Imbaya Bais telah memiliki 10 orang anggota yang bersama-sama mengembangkan usaha olahan hasil perikanan tersebut.
“Usaha yang saya jalankan ini awalnya saya di tahun 2017 tapi itu saya individu, saya tidak punya kelompok. Setelah saya mendapat dana hibah dari Impositar ini, saya bisa membentuk kelompok dan merekrut ibu-ibu yang berada di Desa Tana Merah menjadi tim atau kelompok saya sebanyak 10 orang,” jelasnya.
Adapun produk yang dikembangkan Pokmas Imbaya Bais adalah olahan kerang dara menjadi makanan ringan berbentuk stik.
Produk tersebut diberi nama Stik Today. Olahan ini dibuat agar hasil kerang dara dapat memiliki nilai tambah dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.
“Di olahan stik Today Kerang dara saya olah menjadi makanan stik yang bisa dikonsumsi semua kalangan,” ungkap Ratnawati.
Menurutnya, pendampingan yang diberikan melalui program M4CR turut membantu memperbaiki proses produksi sekaligus mengembangkan pemasaran produk.
Ia merasakan kegiatan usaha stik kerang dara yang dijalankan kelompoknya kini berjalan lebih baik dibandingkan sebelum mendapatkan pendampingan.
“Selama saya mendapat pendampingan dari Impositar, alhamdulillah produksi usaha stik saya bisa berjalan lebih baik lagi, lebih berkembang lagi, dan usaha jualnya pun lebih berkembang,” katanya.
Ke depan, Ratnawati berharap perkembangan usaha tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan di Desa Tana Merah, untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif.
Ia mengaku sangat terbuka apabila semakin banyak masyarakat yang tertarik bergabung dan mengembangkan usaha bersama melalui Pokmas Imbaya Bais.
Tidak hanya memperluas keterlibatan anggota kelompok, Ratnawati juga memiliki harapan agar produk Stik Today tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi mampu menembus pasar internasional.
“Sangat. Saya sangat berharap dan saya juga ke depannya bisa bukan hanya menjual di pasar lokal saja, saya juga berharap ke depannya produk kami bisa tembus ke pasar internasional, dan saya juga berharap ke depannya dengan bantuan ini saya bisa merekrut lebih banyak lagi ibu-ibu yang berada di Tana Merah untuk bergabung di kelompok Imbayaba Is saya,” tuturnya.
Bagi Ratnawati, bantuan dan pendampingan melalui program M4CR menjadi salah satu kesempatan untuk mengembangkan usaha yang telah dirintis sejak 2017.
Dari usaha yang awalnya dikerjakan sendiri dengan kapasitas satu kilogram bahan baku per hari, kini ia mampu mengembangkan produksi hingga lima kilogram sekaligus melibatkan 10 perempuan dalam kelompok usaha.
Perkembangan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi tumbuhnya usaha masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga di Desa Tana Merah, Kabupaten Tana Tidung. (SL)

















Discussion about this post