KALTARAUPDATE.COM – Laga puncak Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat, diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia. Di Kota Tarakan bisa disaksikan pada pukul 03.00 dinihari, Senin (20/7/2026).
Dua kekuatan besar, Argentina dan Spanyol, akan saling berhadapan demi memperebutkan trofi paling bergengsi di level internasional.
Final kali ini bukan hanya menjadi pertarungan dua tim bertabur bintang, tetapi juga adu sejarah, tradisi, dan generasi emas yang sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen.
Jika berhasil mengangkat trofi, Argentina akan mencatatkan sejarah sebagai juara dunia untuk keempat kalinya. Sebaliknya, jika Spanyol menang, kemenangan akan membawa Spanyol meraih kedua kalinya meraih trofi sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia.
Meski demikian, siapa yang akan keluar sebagai juara masih sulit dipastikan. Kedua tim memiliki kekuatan yang relatif berimbang, baik dari sisi kualitas pemain, organisasi permainan maupun mental bertanding.
Argentina Miliki Tradisi Juara Dunia
Argentina datang ke final dengan bekal sejarah panjang sebagai salah satu negara paling sukses di Piala Dunia.
Tim berjuluk La Albiceleste pertama kali menjadi juara dunia pada Piala Dunia 1978 yang digelar di kandang sendiri. Saat itu Argentina menaklukkan Belanda dengan skor 3-1 setelah melalui babak tambahan waktu.
Delapan tahun kemudian, Argentina kembali berjaya pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Dipimpin Diego Maradona yang tampil luar biasa sepanjang turnamen, Argentina mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2 pada laga final.
Setelah menunggu selama 36 tahun, Argentina akhirnya kembali mengangkat trofi pada Piala Dunia Qatar 2022. Final tersebut dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia setelah Argentina bermain imbang 3-3 melawan Prancis hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti.
Selain tiga gelar juara, Argentina juga beberapa kali harus puas menjadi runner-up, yakni pada 1930,1992, dan 2014
Jika mampu mengalahkan Spanyol pada final 2026, Argentina akan menyamai koleksi empat gelar juara dunia yang saat ini dimiliki Italia dan hanya berada di bawah Brasil yang mengoleksi lima trofi.
Spanyol Ingin Ulang Kejayaan 2010
Di sisi lain, Spanyol datang dengan ambisi besar mengembalikan kejayaan yang sempat mereka raih pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Kala itu, Spanyol menorehkan sejarah dengan menjadi juara dunia pertama kalinya setelah mengalahkan Belanda 1-0 lewat gol Andres Iniesta pada babak tambahan waktu.
Gelar tersebut melengkapi era emas sepak bola Spanyol yang juga sukses menjuarai Piala Eropa pada 2008 dan 2012.
<span;>Sejak menjadi juara dunia pada 2010, Spanyol belum pernah lagi mencapai partai final hingga akhirnya kembali melangkah ke laga puncak Piala Dunia 2026.
Kemenangan atas Argentina akan membuat La Roja mengoleksi dua trofi Piala Dunia sekaligus menegaskan kebangkitan generasi baru sepak bola Spanyol.
Rekam Jejak Final Piala Dunia
Perjalanan sejarah Piala Dunia telah melahirkan banyak juara dengan berbagai kisah dramatis. Final pertama digelar pada 1930 ketika Uruguay mengalahkan Argentina 4-2.
Empat tahun kemudian, Italia menjadi juara setelah mengalahkan Cekoslowakia 2-1 pada edisi 1934.
Piala Dunia tidak digelar pada 1942 dan 1946 akibat pecahnya Perang Dunia II.
Turnamen kembali berlangsung pada 1950 dengan Uruguay mengalahkan Brasil 2-1 di laga penentuan.
Berikut daftar juara dan hasil final Piala Dunia dari masa ke masa:
• 1930: Uruguay 4-2 Argentina.
• 1934: Italia 2-1 Cekoslowakia.
• 1942: Tidak digelar karena Perang Dunia II.
• 1946: Tidak digelar karena dampak Perang Dunia II.
• 1950: Uruguay 2-1 Brasil.
• 1954: Jerman Barat 3-2 Hongaria.
• 1958: Brasil 5-2 Swedia.
• 1962: Brasil 3-1 Cekoslowakia.
• 1966: Inggris 4-2 Jerman Barat.
• 1970: Brasil 4-1 Italia.
• 1974: Jerman Barat 2-1 Belanda.
• 1978: Argentina 3-1 Belanda.
• 1982: Italia 3-1 Jerman Barat.
• 1986: Argentina 3-2 Jerman Barat.
• 1990: Jerman Barat 1-0 Argentina.
• 1994: Brasil 0-0 Italia, Brasil menang adu penalti 3-2.
• 1998: Prancis 3-0 Brasil.
• 2002: Brasil 2-0 Jerman.
• 2006: Italia 1-1 Prancis, Italia menang adu penalti 5-3.
• 2010: Spanyol 1-0 Belanda.
• 2014: Jerman 1-0 Argentina.
• 2018: Prancis 4-2 Kroasia.
• 2022: Argentina 3-3 Prancis, Argentina menang adu penalti 4-2.
• 2026: Argentina vs Spanyol.
Siapa Lebih Berpeluang?
Secara historis, Argentina sedikit lebih diunggulkan karena pengalaman tampil di partai final lebih banyak dibandingkan Spanyol. Mental bertanding di laga besar menjadi salah satu modal penting bagi tim asal Amerika Selatan tersebut.
Namun, Spanyol juga memiliki peluang yang sama besar. Permainan kolektif, penguasaan bola yang kuat, serta regenerasi pemain yang sukses membawa La Roja kembali ke final setelah penantian 16 tahun.
Jika melihat perjalanan kedua tim sepanjang Piala Dunia 2026, pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dengan selisih gol tipis.
Karena itu, banyak pengamat menilai final kali ini sulit diprediksi. Pertandingan bisa ditentukan oleh satu momen, kesalahan kecil, atau bahkan berlanjut hingga babak tambahan waktu maupun adu penalti seperti final 2022.
Apakah Argentina akan menambah koleksi gelarnya menjadi empat dan mempertahankan status sebagai juara dunia, atau justru Spanyol yang kembali mengangkat trofi setelah 16 tahun penantian?
Jawabannya akan terungkap saat kedua tim bertemu pada Final Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium), East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. Kick-off dijadwalkan pukul 15.00 EDT. Untuk Kota Tarakan berlangsung pukul 03.00 dinihari.


















