KALTARAUPDATE.COM – Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Utara kembali mencatatkan capaian dalam upaya memperkuat transformasi digitalisasi daerah.
Perwakilan TP2DD Provinsi Kalimantan Utara, Nur Indah Palupi, Kepala Bidang Perbendaharaan dan Kas Daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kalimantan Utara, berhasil meraih penghargaan Best Knowledge Sharing KATALIS II P2DD 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan kontribusi TP2DD Kaltara dalam rangkaian KATALIS II P2DD 2026 yang dilaksanakan pada 2 Mei hingga 4 Juni 2026.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antardaerah.
Menurutnya, KATALIS P2DD merupakan forum berbagi pengetahuan (knowledge sharing) sekaligus pembelajaran antardaerah (peer learning) yang diinisiasi oleh Satgas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).
Forum tersebut diarahkan untuk mempercepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan praktik digitalisasi transaksi pemerintahan.
Penghargaan kepada peserta terbaik KATALIS II P2DD 2026 tersebut disampaikan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 yang berlangsung pada 24-26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan pengumuman pemenang KATALIS P2DD sebagai bagian dari Gebyar Transformasi Digital Nasional.
Agus Taufik menilai penghargaan yang diraih TP2DD Provinsi Kalimantan Utara menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
“Penghargaan ini menjadi momentum untuk terus memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antardaerah dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah,” ujar Agus Taufik.
Ia menjelaskan, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh melalui KATALIS P2DD diharapkan tidak berhenti pada capaian penghargaan, tetapi dapat terus diimplementasikan dan dikembangkan di daerah.
Hal tersebut penting untuk mendukung penguatan tata kelola transaksi pemerintah daerah yang semakin efektif, efisien, dan terdigitalisasi di Kalimantan Utara.
Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mendorong percepatan serta perluasan digitalisasi daerah.
“Melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, TP2DD Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen untuk terus mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah,” katanya.
Menurut Agus, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Capaian TP2DD Kaltara melalui penghargaan Best Knowledge Sharing KATALIS II P2DD 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya pertukaran pengalaman dan pembelajaran antardaerah dalam mempercepat agenda digitalisasi pemerintah daerah.
Dengan penguatan kolaborasi tersebut, implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Kaltara diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dukungan terhadap tata kelola pemerintahan serta aktivitas ekonomi daerah.

















Discussion about this post