KALTARAUPDATE.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara bersama Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia, dengan dukungan Pemerintah Kota Tarakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta berbagai mitra strategis, menyelenggarakan Rupiahverse Fest 2026 di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, 26 September hingga 27 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah melalui pendekatan yang kreatif, interaktif dan inklusif.
Rupiahverse Fest 2026 mengusung semangat “Edukasi Seru, Ekonomi Tumbuh, Inklusi untuk Semua”.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Capacity Building Edukator Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang dilaksanakan pada Mei 2026 di Tanjung Selor bersama 10 komunitas mitra.
Melalui kegiatan tersebut, masing-masing komunitas didorong untuk mengimplementasikan action project edukasi CBP Rupiah di lingkungan masing-masing.
AYS Indonesia kemudian mengembangkan Rupiahverse Fest sebagai salah satu action project yang dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga September 2026, dengan puncak kegiatan pada 26 dan 27 September.
Rupiahverse Fest 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan edukatif, di antaranya Talkshow Rupiah, Drama Musikal Inklusi, Zona Meraba Rupiah, Lomba Prototype CBP Rupiah, Senam Bersama Lansia serta Bazar UMKM Lokal.
Dalam Talkshow Rupiah, kegiatan menghadirkan Muh. Arham Aras selaku Pejuang Rupiah Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, tiga finalis QRIS Jelajah Indonesia serta Founder AYS Indonesia.
Para narasumber berbagi perspektif mengenai literasi Rupiah, peran generasi muda dan pentingnya kolaborasi dalam memperluas edukasi kepada masyarakat.
Tak hanya edukasi mengenai Rupiah, Rupiahverse Fest 2026 juga menghadirkan inovasi pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) melalui pendekatan waste to product.
Limbah tersebut diwujudkan menjadi karya berupa Peta Indonesia. Inovasi itu menunjukkan bahwa edukasi mengenai Rupiah dapat dikemas secara kreatif sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia menegaskan bahwa Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan dan identitas bangsa.
Semangat Cinta Rupiah diwujudkan dengan menjaga dan memperlakukan Rupiah dengan baik.
Kemudian Bangga Rupiah diwujudkan dengan menggunakan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Sementara Paham Rupiah diwujudkan dengan menggunakan Rupiah secara bijak, termasuk dalam bertransaksi dan berbelanja sesuai kebutuhan.
Edukasi tersebut juga diperkuat dengan pengenalan cara mengenali keaslian Rupiah melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang.
Kegiatan lainnya di Rupiahverse Fest 2026 adalah kuatnya semangat inklusivitas dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui Zona Meraba Rupiah, peserta diperkenalkan dengan fitur Blind Code pada uang Rupiah melalui pengalaman sensorik.
Hal ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses edukasi Rupiah kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 60 teman setara dan penyandang disabilitas turut dilibatkan.
Mereka diberikan ruang untuk belajar, berinteraksi, berkarya dan berpartisipasi secara setara dalam seluruh rangkaian acara.
Rupiahverse Fest 2026 dibuka oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Wesky Putra Pratama.
Kegiatan juga dihadiri unsur perangkat daerah, pimpinan perguruan tinggi, komunitas, pelaku UMKM serta berbagai mitra strategis lainnya.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai edukasi mengenai Rupiah perlu terus dikembangkan melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Tarakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dunia pendidikan, komunitas dan mitra strategis lainnya diharapkan semakin memperkuat ekosistem literasi Rupiah di Kalimantan Utara.
Melalui kolaborasi yang inklusif, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara akan terus mendorong perluasan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat.
Sinergi bersama pemerintah, komunitas, institusi pendidikan, pelaku usaha dan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat pemahaman terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Selain itu, edukasi tersebut diharapkan mendorong masyarakat menggunakan Rupiah secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.




















Discussion about this post