KALTARAUPDATE.COM – PT PRI turut ambil bagian dalam Job Fair 2026 yang digelar di Gedung UPT Loka Latihan Kerja (LLK) Tarakan dengan membuka 13 lowongan kerja untuk berbagai bidang. Perusahaan berharap kegiatan ini menjadi sarana efektif menjaring tenaga kerja berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan industri.

HR Services Assisten Manager PT PRI, Yanuar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan kebutuhan tenaga kerja pada sejumlah posisi strategis, mulai dari bidang teknik, procurement hingga teknologi informasi (IT).
Menurutnya, informasi mengenai pembukaan lowongan tersebut telah disampaikan kepada masyarakat beberapa hari sebelum pelaksanaan job fair melalui Dinas Tenaga Kerja serta media sosial resmi perusahaan.
“Kami berharap dari job fair ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan kandidat yang memenuhi persyaratan dan bisa bergabung dengan perusahaan,” ujar Yanuar saat ditemui di lokasi Job Fair 2026, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh posisi yang dibuka memiliki persyaratan berbeda sesuai kebutuhan masing-masing bidang. Ketentuan tersebut juga telah dicantumkan secara rinci dalam brosur rekrutmen yang dibagikan kepada para pencari kerja.
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri bubur kertas, PT PRI membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan industri manufaktur.
Karena itu, pengalaman kerja menjadi salah satu nilai tambah yang dipertimbangkan dalam proses seleksi.
“Kami tentu mengharapkan pelamar yang memiliki pengalaman yang relevan, bukan hanya dari industri kertas, tetapi juga dari bidang yang berkaitan dengan mesin-mesin produksi,” katanya.
Meski demikian, Yanuar menegaskan kesempatan tetap terbuka bagi seluruh pencari kerja yang memenuhi kualifikasi sesuai kebutuhan perusahaan.
Seluruh berkas lamaran yang masuk nantinya akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum peserta dipanggil mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Ia mengatakan mekanisme tersebut menjadi bagian dari proses rekrutmen perusahaan untuk memastikan setiap kandidat memiliki kompetensi yang sesuai dengan posisi yang dilamar.
Lebih lanjut, Yanuar menilai kualitas sumber daya manusia lokal masih perlu terus diperkuat agar mampu memenuhi kebutuhan dunia industri yang semakin berkembang.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga memerlukan kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, hingga lembaga pelatihan kerja.
“Kami berharap informasi mengenai kebutuhan industri dapat terus disampaikan kepada masyarakat sehingga putra-putri daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung dengan perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja menjadi langkah penting agar pencari kerja dapat mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kompetensi maupun pengalaman yang dibutuhkan perusahaan.
Antusiasme masyarakat mengikuti rekrutmen PT PRI terlihat cukup tinggi sejak pelaksanaan Job Fair dimulai.
Hingga sekitar pukul 08.00 Wita, tercatat sekitar 80 pelamar telah menyerahkan berkas lamaran kepada PT PRI.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya kegiatan job fair.
Yanuar berharap tingginya minat masyarakat dapat diimbangi dengan kualitas pelamar sehingga perusahaan memperoleh kandidat terbaik untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.
“Kami ingin mendapatkan kandidat yang benar-benar siap bekerja dan mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan. Karena itu, seluruh proses seleksi akan dilakukan sesuai standar rekrutmen yang berlaku di PT PRI,” tutupnya.
Job Fair 2026 sendiri menjadi salah satu upaya mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan dapat melakukan penjaringan awal terhadap calon tenaga kerja, sementara masyarakat memperoleh akses informasi lowongan kerja yang lebih luas dalam satu lokasi. (SL)

















Discussion about this post