KALTARAUPDATE.COM – Tren pertumbuhan volume dan nominal QRIS Kalimantan Utara periode 2023-2025 dipaparkan Kepala KPw BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik. Transaksi tercatat tembus Rp2,4 triliun.
Dari sisi transaksi, QRIS di Kaltara mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS melonjak hingga 408 persen, sementara nominal transaksi tumbuh 266 persen.
“Volume ini menggambarkan frekuensi transaksi, sedangkan nominal menunjukkan nilai transaksinya. Artinya, tidak hanya penggunanya yang bertambah, tetapi intensitas dan nilai transaksi QRIS juga meningkat pesat,” kata Hasiando Ginsar Manik, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara.
Peningkatan ini, menurut BI, menjadi indikasi kuat bahwa QRIS semakin diterima sebagai alat pembayaran utama dalam aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk di sektor UMKM.
Ke depan, Bank Indonesia Kalimantan Utara akan terus mendorong perluasan ekosistem pembayaran digital, baik dari sisi pengguna, merchant, maupun penguatan sistem perbankan pendukung.
“Dengan pertumbuhan pengguna, merchant, serta volume dan nominal transaksi yang kuat, QRIS menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pembayaran dan mendukung aktivitas ekonomi daerah,” lanjutnya.
Ia menambahkan ada terlihat aktivitas transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Utara menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang periode 2023 hingga 2025, baik dari sisi volume transaksi maupun nilai nominal yang dibelanjakan masyarakat.
Data Bank Indonesia mencatat, volume transaksi QRIS di Kalimantan Utara terus meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, volume transaksi QRIS masih berada di kisaran 1,67 juta transaksi.
Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 5,30 juta transaksi pada 2024, dan melesat drastis hingga mencapai sekitar 21,59 juta transaksi pada 2025.
Lonjakan volume tersebut mencerminkan peningkatan frekuensi penggunaan QRIS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat.
Secara tahunan, volume transaksi QRIS pada 2025 tumbuh hingga 408 persen (year on year), menjadi pertumbuhan tertinggi sepanjang periode pengamatan.
Seiring dengan peningkatan volume, nilai nominal transaksi QRIS di Kalimantan Utara juga mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.
Pada 2023, nominal transaksi QRIS tercatat sekitar Rp0,32 triliun. Nilai ini meningkat menjadi Rp0,90 triliun pada 2024 dan kembali melonjak tajam hingga mencapai sekitar Rp2,41 triliun pada 2025.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik menyampaikan bahwa pertumbuhan nominal transaksi pada 2025 tercatat mencapai 266 persen secara tahunan, menunjukkan semakin besarnya nilai transaksi yang dilakukan masyarakat melalui QRIS.
“Peningkatan volume dan nominal ini menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya semakin sering digunakan, tetapi juga mulai menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransaksi, termasuk untuk transaksi dengan nilai yang lebih besar,” ujar Hasiando.
Menurutnya, lonjakan transaksi QRIS tidak terlepas dari bertambahnya jumlah pengguna dan merchant, serta semakin luasnya penerimaan QRIS di berbagai sektor usaha, khususnya UMKM.
Kondisi ini menandakan ekosistem pembayaran digital di Kalimantan Utara semakin matang dan berkelanjutan.
Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan volume dan nominal QRIS tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Ke depan, BI akan terus mendorong perluasan QRIS sebagai bagian dari penguatan sistem pembayaran nasional dan percepatan digitalisasi ekonomi daerah di Kalimantan Utara. (SL)
















Discussion about this post