KALTARAUPDATE.COM – UT Tarakan Festival Volume 4 Tahun 2026 atau UT Tarakan Fest 2K26 resmi kembali digelar Sabtu (31/10/2026). Kegiatan pembukaan berlangsung di Gedung UT Tarakan, dengan melibatkan lebih dari 700 peserta dari berbagai kalangan pelajar.
Festival tahunan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, sekaligus membuka peluang berprestasi di bidang olahraga dan e-sport.

Rangkaian UT Tarakan Fest 2K26 dilaksanakan secara maraton mulai 31 Oktober hingga 7 November 2026. Kegiatan diawali dengan pertandingan e-sport yang berlangsung Sabtu hingga Minggu (1/11/2026).
Selanjutnya, festival akan dilanjutkan dengan kompetisi futsal se-Kota Tarakan yang dijadwalkan pada 2 hingga 7 November 2026, khusus bagi pelajar tingkat SMA, SMK, dan sederajat.
Direktur Universitas Terbuka Tarakan, Jeji Muhammad Najib menjelaskan, untuk kompetisi e-sport tahun ini terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni kategori pelajar dan umum.
Kategori pelajar mempertandingkan Mobile Legends, sedangkan kategori umum mempertandingkan E-Football.
“Jadi, untuk kegiatan e-sport yang pada hari ini dan besok hari itu terdiri dari dua kategori, yaitu untuk tingkat pelajar itu untuk SMA, SLTA, dan sederajat, dan kemudian ada juga kegiatan untuk yang sifatnya umum,” jelasnya.
Khusus kompetisi Mobile Legends, cakupan pesertanya tidak hanya berasal dari Kota Tarakan, tetapi diperluas hingga seluruh wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk Kota Kinabalu, Malaysia.
Menurut Jeji, pihaknya membuka kesempatan bagi pelajar dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) untuk turut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
“Nah, untuk yang umum, kami melaksanakan kegiatan e-sport-nya dalam bentuk olahraga E-Football, sedangkan untuk anak SMA itu kegiatannya Mobile Legends. Nah, untuk Mobile Legends ini kami buat dalam lingkup se-Kaltara ya, se-Kaltara plus Kota Kinarabalu karena ada anak-anak kita juga yang ada di SIKK yang mereka juga itu ingin ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Jeji menyebutkan, total peserta yang terlibat dalam seluruh rangkaian UT Tarakan Fest 2K26 mencapai lebih dari 700 orang.
Rinciannya, peserta dari kalangan pelajar berjumlah lebih dari 600 orang, sementara peserta e-sport kategori umum sebanyak 96 orang.
“Jadi, banyak yang kita libatkan pada hari ini. Total keseluruhan peserta itu lebih dari 700 orang yang akan mengikuti semua kegiatan ini. Dari pelajar itu di atas 600 orang, sedangkan untuk yang e-sport dari umum itu ada 96 peserta. Jadi, lebih dari 700 peserta yang akan kita libatkan dalam minggu ini,” kata Jeji Muhammad Najib dalam konferensi pers usai pembukaan UT Tarakan Fest 2K26
Ia menjelaskan, UT Tarakan Festival merupakan agenda tahunan yang tahun ini memasuki pelaksanaan keempat. Selama ini, kompetisi futsal menjadi salah satu kegiatan paling reguler karena tingginya minat pelajar dan sekolah-sekolah di Kota Tarakan.
Menurutnya, setiap tahun sekolah-sekolah selalu mempersiapkan siswa untuk mengikuti kompetisi sekaligus mengembangkan bibit-bibit pemain futsal.
“Agenda tahunan ya, jadi UT Tarakan Festival itu sudah keempat yang sekarang ini. Kita sudah melaksanakan yang memang menjadi kegiatan paling reguler itu adalah kegiatan futsal, karena memang peminatnya luar biasa banyak dan setiap tahun sekolah-sekolah itu selalu menyiapkan anak-anaknya untuk apa ya, untuk menyiapkan bibit-bibit pemain futsal itu,” tuturnya.
Ia menilai, tingginya minat dan bakat pelajar di bidang olahraga perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.
Karena itu, UT Tarakan terus berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Jadi, sungguh sayang kalau misalkan itu tidak kita apa namanya? Tidak kita berikan ruang untuk berkarya, untuk mengeluarkan minat dan bakatnya gitu. Jadi, saya kira itu juga menjadi kesempatan untuk mereka membuktikan diri gitu,” lanjut Jeji.
Terkait keikutsertaan peserta dari Kota Kinabalu, Jeji mengatakan, partisipasi tersebut baru dilaksanakan tahun ini karena kompetisi Mobile Legends juga baru pertama kali diselenggarakan dalam festival.
Pelaksanaannya dilakukan secara daring sehingga memungkinkan peserta dari luar wilayah Kaltara ikut berkompetisi.
“Karena kegiatan-nya online ya, kegiatan Mobile Legends ini baru dilaksanakan tahun ini, jadi memang baru mengikuti tahun ini. Mudah-mudahan kalau memang peminatnya semakin banyak ke depan, siapa tahu mungkin teman-teman kita juga yang ada di Sabah ya, yang di Tawau maupun di Kota Kinarabalu, kita bisa berikan kesempatan berikutnya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, UT Tarakan turut melibatkan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) sebagai mitra di berbagai wilayah, termasuk Sekolah Indonesia Kota Kinabalu.
Mitra tersebut membantu mencari mahasiswa UT sekaligus mengurus berbagai kebutuhan mahasiswa UT di wilayah masing-masing.
“Kegiatan ini dibantu oleh Sentra Layanan UT, yaitu adalah mitra kami di semua wilayah, termasuk di Sekolah Indonesia Kota Kinarabalu ini, yang membantu mencari mahasiswa UT, kemudian mengurus mahasiswa UT gitu ya. Nah, itu kita jadikan titik-titik atau co-host ya untuk pelaksanaan kegiatan Mobile Legends ini,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Harian E-Sport Indonesia (ESI) Kalimantan Utara, Razfy Dandi Wiraguna, menyampaikan apresiasi kepada UT Tarakan yang telah memberikan ruang bagi anak-anak di Kaltara untuk mengembangkan kemampuan dan mencari prestasi melalui cabang e-sport.
Menurutnya, kejuaraan Mobile Legends dan E-Football yang digelar dalam UT Tarakan Fest 2K26 menjadi kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Jadi sudah banyak hal yang memang dilakukan oleh UT terutama di e-sport, dengan banyak anak-anak dari seluruh Kaltara yang mengikuti kegiatan Mobile Legends dan E-Football ya. Terima kasih semoga anak-anak bisa mencari prestasi dari situ,” ujar Razfy Dandi Wiraguna.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak memandang e-sport dan pendidikan sebagai dua hal yang saling bertentangan.
Keduanya justru dapat berjalan beriringan sehingga anak-anak tetap bisa mengembangkan prestasi di bidang permainan elektronik tanpa meninggalkan kewajiban menempuh pendidikan.
“Tapi jangan membedakan e-sport dan pendidikan, itu suatu hal yang bisa digabungkan, bukan suatu hal yang bisa dipisahkan, begitu. Jadi tetap anak-anak mencari prestasi dari game apa e-sport dan tetap harus menempuh pendidikan, begitu,” tegasnya.
Razfy Dandi menilai potensi atlet e-sport di Kalimantan Utara cukup besar. Ia mengaku pernah menggelar Piala Gubernur E-Sport dan melihat banyak anak-anak Kaltara yang memiliki kemampuan untuk dikembangkan.
Ke depan, ESI Kaltara berharap dapat membentuk tim e-sport yang diisi putra-putri daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Kami juga pernah mengadakan Piala Gubernur E-Sport dan banyak juga anak-anak yang berprestasi di sini. Langkah ke depannya mungkin kita dari anak-anak Kaltara bisa ke nasional, Jakarta, kita bisa membentuk tim e-sport sendiri, mengharumkan nama Kalimantan Utara di bidang e-sport,” katanya.
Ia juga membuka peluang agar peserta yang menunjukkan kemampuan dalam kompetisi ini dapat memperoleh jenjang pembinaan berikutnya.
Menurutnya, ESI Kaltara dapat berkolaborasi dengan UT, termasuk memanfaatkan momentum pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November mendatang.
“Jadi kita bisa berkolaborasi dengan UT, dengan ada juga pertandingan Porprov ini di bulan November, itu bisa kita gabungkan dan mungkin kedepannya bisa kita coba untuk ini di Jakarta,” ungkapnya.
Terkait dukungan pemerintah provinsi terhadap perkembangan e-sport, Razfy menyebut dukungan yang diberikan sejauh ini cukup besar.
Namun, ESI Kaltara juga berkomitmen melakukan upaya mandiri apabila dukungan yang tersedia belum mencukupi kebutuhan pembinaan atlet.
“Ya, alhamdulillah sih cukup besar, tapi juga dari anak-anak ESI kita tujuannya itu kita untuk mengembangkan anak-anak Kaltara. Jadi kalau memang tidak cukup dari provinsi, kita swadaya dari ESI untuk membantu anak-anak Kaltara,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini memang belum ada satu tim utuh asal Kaltara yang berhasil menembus kompetisi tingkat nasional.
Meski demikian, sudah ada beberapa pemain asal Kaltara yang sempat bergabung dengan tim dari Jakarta.
“Untuk saat ini saya kira belum ada satu tim, tapi ada beberapa anak, mungkin dua anaklah yang sempat gabung di tim Jakarta, tapi saya rasa lebih baik alangkah baiknya untuk satu tim anak dari Kaltara bisa masuk ke Jakarta dan mengembangkan nama Kalimantan Utara, apalagi sampai level internasional yang sudah disasarkan,” tambahnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan UT Tarakan Fest 2K26 juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara Wilayah Tarakan, Mustari.
Ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada UT Tarakan yang secara konsisten menggelar kegiatan tahunan sebagai wadah pengembangan kreativitas, minat, dan bakat pelajar.
Menurut Mustari, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk mengembangkan potensi, baik melalui olahraga konvensional maupun e-sport.
” Tentu kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap UT, Universitas Terbuka Tarakan yang setiap tahunnya melaksanakan kegiatan yang tentunya ini menjadi wadah bagi anak-anak kami untuk mengembangkan kreativitasnya, minat bakatnya di bidang olahraga atau e-sport. Demikian pun dengan ESI Kaltara juga demikian,” ujar Mustari.
Ia berharap UT Tarakan Fest dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dan tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini.
Mustari juga berharap jangkauan peserta semakin luas, terutama bagi siswa-siswi SMA dan SMK di seluruh wilayah Kalimantan Utara.
“Jadi saya kira tentu kami berharap kegiatan seperti ini di tahun-tahun yang akan datang, intinya tidak berhenti sampai di sini dan memang setiap tahun dijalankan dan mungkin ke depannya bisa menjangkau lebih banyak lagi peserta di wilayah Kaltara khususnya kepada anak-anak kami siswa-siswi SMA dan SMK,” pungkasnya. (SL)



















Discussion about this post