KALTARAUPDATE. COM – Kantor Perwakikan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha unggulan yang mampu membuka akses pembiayaan hingga pasar ekspor.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu bagian dari upaya BI mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.
Menurut Agus, peran tersebut sejalan dengan mandat Bank Indonesia dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
“Di Undang-Undang P2SK yang baru, tugas BI selain menjaga stabilitas juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, termasuk mendukung penciptaan lapangan kerja,” kata Agus.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah UMKM karena kontribusinya terhadap perekonomian.
“Kenapa UMKM? Karena kontribusinya terhadap PDB, termasuk PDRB, sangat signifikan,” jelasnya.
Karena itu, BI Kaltara mendorong munculnya UMKM unggulan atau champion yang dapat berkembang sekaligus menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya.
“Kalau kita bantu UMKM, harapannya dorongan terhadap pertumbuhan juga baik,” ujarnya.
Agus mengatakan jumlah UMKM di Kaltara cukup banyak, mulai dari ratusan hingga ribuan pelaku usaha. Namun, BI ingin mendorong sebagian di antaranya menjadi UMKM champion.
“Walaupun UMKM di sini mungkin ratusan atau ribuan jumlahnya, dengan menciptakan champion-champion, harapannya bisa saling menularkan, saling berkompetisi sehingga bisa memberikan kontribusi untuk maju,” katanya.
Dari Go Digital hingga Go Export
Pengembangan UMKM yang dilakukan BI Kaltara diarahkan pada sejumlah aspek, termasuk UMKM hijau, Go Digital, hingga Go Export.
Untuk membantu pelaku usaha berkembang, BI juga memfasilitasi business matching dengan pihak-pihak yang dapat mendukung kebutuhan UMKM.
Salah satunya berkaitan dengan pembiayaan. Pelaku UMKM dipertemukan dengan perbankan agar memiliki akses terhadap sumber pembiayaan yang sesuai.
“Business matching pembiayaan dilakukan dengan mempertemukan UMKM dengan perbankan. Kami memfasilitasi,” ujar Agus.
Selain pembiayaan, business matching juga diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
“Business matching ini seperti penghulu. Ada UMKM yang membutuhkan pembiayaan, kemudian ada pihak yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Kami yang memfasilitasi,” jelasnya.
BI juga memiliki Kantor Perwakilan di luar negeri yang dapat membantu mempertemukan UMKM Indonesia dengan calon pasar maupun mitra usaha di luar negeri.
“Kantor perwakilan kami di luar negeri juga menjadi fasilitator untuk mempertemukan UMKM di Indonesia agar bisa menjual produknya ke luar negeri,” katanya.
BI Jadi Penghubung UMKM
Menurut Agus, peran BI dalam pengembangan UMKM tidak semata-mata memberikan bantuan, tetapi juga membuka akses dan mempertemukan pelaku usaha dengan pihak yang dibutuhkan.
Pendekatan tersebut dilakukan agar UMKM memiliki kesempatan untuk berkembang secara lebih luas, baik dari sisi kapasitas usaha, pembiayaan maupun pemasaran.
Sejumlah kegiatan pengembangan UMKM juga telah dilakukan BI Kaltara, di antaranya melalui program Rantai Nilai Pasok, Karya Kreatif Sahabat hingga Impact Kaltara.
Agus berharap munculnya UMKM champion dapat memberikan efek berantai bagi pelaku usaha lainnya.
“Harapannya bisa saling menularkan, saling berkompetisi sehingga bisa memberikan kontribusi untuk maju,” ujarnya.
Dengan penguatan kapasitas, digitalisasi, akses pembiayaan dan perluasan pasar, BI Kaltara mendorong UMKM menjadi salah satu kekuatan yang ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah.



















Discussion about this post