KALTARAUPDATE.COM – BPJS Ketenagakerjaan menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers online dan cetak se-Kalimantan Utara sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dalam penyebarluasan informasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Mengusung tema “Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Media dalam Memperkuat Literasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Wilayah Kalimantan Utara”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka antara BPJS Ketenagakerjaan dan para jurnalis.
Wakil Kepala Digitalisasi, Human Capital dan Aset BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Kalimantan, Ken Maharani, menegaskan pentingnya peran media di era digital saat ini.
“Di era digital ini, pesan harus sampai dalam hitungan detik. Kami berharap rekan-rekan media dapat menjangkau pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU), jasa konstruksi hingga Pekerja Migran Indonesia,” ujarnya.
Ia memaparkan, potensi pekerja di wilayah Kalimantan mencapai sekitar 4,5 juta hingga 4,6 juta orang. Namun dari jumlah tersebut, yang telah terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan baru sekitar 41,3 persen.
“Artinya, masih banyak pekerja yang membutuhkan informasi dan perlindungan melalui program ini,” jelasnya.
Lima Program Utama dan Realisasi Klaim
Ken Maharani menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan mengelola lima program utama, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Khusus untuk wilayah Kalimantan Utara, BPJS Ketenagakerjaan bersama jajaran telah membayarkan sebanyak 27.774 klaim dengan total nilai pembayaran mencapai Rp283.284.470.000.
Nominal tersebut termasuk pembayaran beasiswa kepada 222 anak ahli waris yang masih bersekolah, dengan total nilai beasiswa sebesar Rp969,5 juta.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara,” tegasnya.
Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa bekerja sendiri dalam menyosialisasikan program tersebut.
“Kami menyebutnya ‘perang udara’, bagaimana pesan program ini bisa tersebar cepat dan luas melalui pemberitaan rekan-rekan media,” katanya.
Program “Sertakan” dan Fasilitas Perumahan
Dalam kesempatan itu juga disampaikan program “Sertakan”, yakni gerakan gotong royong untuk membantu pekerja informal yang belum mampu membayar iuran secara mandiri. Masyarakat dapat mendaftarkan serta membayarkan iuran satu atau dua pekerja informal sebagai bentuk kepedulian sosial.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan memiliki Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan perumahan bagi peserta, baik untuk renovasi maupun pembelian rumah subsidi dan non-subsidi dengan suku bunga kompetitif dan tenor hingga 15 tahun.
Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berharap kolaborasi bersama media dapat dilakukan secara berkala, termasuk menentukan tema kampanye bersama pemerintah daerah, perusahaan hingga lembaga masyarakat.
Komitmen Cabang Bulungan
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bulungan Tanjung Selor, Zeid Eriza Putra, menyebut Media Gathering ini sebagai langkah penting memperkuat kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan media, khususnya di wilayah Bulungan.
“Kantor Cabang Bulungan berkomitmen untuk terus mendukung program perlindungan sosial ketenagakerjaan dan memperluas cakupan kepesertaan, khususnya bagi pekerja informal di wilayah Bulungan dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menekankan, dengan biaya iuran yang terjangkau, pihaknya berharap semakin banyak pekerja informal yang terlindungi dari risiko kerja, seperti ojek online, nelayan hingga motoris mandiri.
Zeid juga memastikan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bulungan akan terus berupaya memberikan layanan terbaik, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses terbatas.
“Dengan dukungan media dan program yang tepat sasaran, kami berharap partisipasi pekerja dalam program jaminan sosial semakin meningkat, cakupan perlindungan semakin luas, dan kesejahteraan pekerja di Bulungan dan sekitarnya dapat terwujud,” tutupnya.
















Discussion about this post