KALTARAUPDATE.COM – Ketua dan Pengurus DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kaltara resmi dikukuhkan dan dilantik oleh DPP APKASINDO Pusat, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan dihadiri Sekjen DPP APKASINDO, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Kaltara, Kepala DPKP Kaltara, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangn, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltara, jajaran perwakilan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan sawit se-Kaltara dan segenap tamu undangan lainnya.
Muhammad Khoiruddin resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPW APKASINDO Kaltara. Pengukuhan dilaksanakan oleh Sekjen DPP APKASINDO, Dr Rino Afrino Dikatakan Muhammad Khoiruddin, Ketua Pengurus Asosiasi bahwa hari ini adalah memikul tanggung jawab cukup besar. Ia msnuampaikan terima kaish atas smeua yang bekenna hadir.
“Semoga kebaikan bapak ibu menambah keberkahan dan menambah pahala,” ujarnya.
Ia menyampaikan juga amanah yang diemban hari ini bukan tentang jabatan melainkan sebuah pelayanan. Ia bersama kader atau anggota akan berkomitmen menjaga kepercayaan kerja keras dna penuh trnaparansi demi kemajuan yang sama.
APKASINDO sendiri lanjutnya adalah wadah perjuangan petani sawit. Sehingga organisasi ini menjadi rumah besar bagi seluruh petani sawit Kaltara. Organisasi ini lanjutnya juga menjadi wadah perjuangan aspirasi dalam memperjuangkan harga yang adil dan memastikan perlindungan hukum bagi petani kecil.
“Kami tak bisa jalan sendiri-sendiri. Butuh persatuan agar suara kita didengar dan ini jadi satu-satunya wadah,” paparnya.
Setelah ini, sinergi dengan pemerintah dan sektor lainnya akan tetap dilanjutkan. APKASINDO di sini memposisikan sebagai mitra strategis dan siap mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satunya lanjutnya fokus pada investasi sumber daya manusia. Salah satu program kerja yang akan dilaksanakan adalah bagaimana meningkatkan SDM dan pendampingan beasiswa. Tahun lalu 4.000 porsi diberikan beasiswa kepada anak petani.
“Kita harapkan mereka menjadi delegasi putra daerah setelah menjalani pendidikan bisa memajukan perkebunan sawit Kaltara,” harapnya.
Tentu pihaknya komitmen akan memperkuat pendampingan bagi petani agar bisa mendapatkan hak sama.
” Karena di Kaltara dengan keterbatasan SDM dan teknologi, keterbatasan wilayah yang luas gografisnya, APKASINDO hadir melakukan pendampingn di antaranya dukungan pendanaan,” ujarnya.
APKASINDO juga siap menjadi katalisator menjembatani hubungan antara petani, perusahaan dan pemerintah daerah. Di antaranya, ikut juga berkontribusi dengan kehadiran setiap bulan dalam rapat penetuan harga tandan buah sawit (TBS). (SL)





















Discussion about this post