KALTARAUPDATE.COM – Pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Utara tidak hanya menjadi seremoni organisasi semata. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai titik awal konsolidasi besar menuju Pemilu 2029.
Pesan itu ditegaskan oleh Zainul Munasichin, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB sekaligus Anggota DPR RI Komisi IX, saat menyampaikan amanat Ketua Umum DPP PKB dalam rangkaian kegiatan Pengukuhan, Orientasi Politik, dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) DPW PKB Kalimantan Utara yang digelar di Swiss-Belhotel Tarakan, Sabtu (14/2/2026).
Dalam sambutannya, Zainul menyampaikan amanat langsung dari Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar, yang menekankan bahwa partai politik di era saat ini tidak cukup hanya hadir sebagai peserta pemilu.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Ekonomi global bergejolak, konflik terjadi di banyak kawasan, perubahan iklim nyata di depan mata, dan kepercayaan rakyat terhadap partai politik terus diuji,” ujar Zainul membuka sambutannya.
Menurutnya, meski Indonesia relatif stabil, rakyat menuntut lebih dari sekadar stabilitas.
“Rakyat ingin hidupnya lebih pasti, lebih adil, dan lebih bermartabat. Dalam situasi seperti ini, partai politik tidak boleh bekerja biasa-biasa saja. PKB harus hadir sebagai solusi,” tegasnya.
Zainul menegaskan bahwa seluruh struktur PKB, termasuk DPW PKB Kalimantan Utara yang baru dikukuhkan, harus memiliki visi jangka panjang dan tidak semata-mata berorientasi pada kontestasi elektoral.
“Kita semua adalah politisi, itu fakta. Tapi PKB tidak cukup hanya dipimpin oleh politisi biasa. Kita harus naik kelas, dari politisi menjadi pemimpin, bahkan menjadi negarawan,” katanya.
Ia menjelaskan, jika politisi hanya fokus pada kemenangan kontestasi, maka negarawan berpikir tentang masa depan bangsa, bahkan ketika hal tersebut tidak selalu menguntungkan secara pribadi maupun kelompok.
“Visi kita harus panjang, tetapi langkah kita harus konkret dan terukur. Menang pemilu bukan ambisi pribadi, melainkan kewajiban politik agar nilai dan gagasan PKB bisa diwujudkan,” lanjutnya.
Dalam amanat tersebut, Zainul juga menyoroti pentingnya penguatan struktur partai hingga ke akar rumput. Kantor DPW, DPC, hingga tingkat paling bawah, tidak boleh hanya menjadi simbol administratif.
“Kantor partai bukan sekadar sekretariat. Itu harus menjadi mesin politik yang hidup, yang melayani masyarakat. Struktur harus bergerak, program harus jelas ukurannya, dan manajemen partai harus rapi serta disiplin,” ujarnya.
Ia menegaskan, PKB tidak akan menang hanya dengan elit yang aktif.
“PKB menang kalau strukturnya hidup sampai ke bawah, hadir di tengah persoalan rakyat, dan menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” tegasnya.
Zainul juga mengingatkan seluruh pengurus agar tidak hanya dikenal melalui baliho, spanduk, atau poster.
“Pengurus dan politisi PKB harus dikenal karena kehadirannya saat rakyat membutuhkan. Melayani rakyat bukan kegiatan tambahan, itu inti dari kerja politik PKB,” katanya.
Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama partai politik. “Trust itu seperti udara bagi partai politik. Tanpa kepercayaan, partai akan mati. Kita sudah melihat banyak partai yang hilang ditelan zaman karena kehilangan kepercayaan rakyat,” ucapnya.
Zainul mengingatkan bahwa rakyat saat ini sangat sensitif terhadap perilaku elit politik. Satu kesalahan kader dapat berdampak pada citra seluruh partai.
“Karena itu, pengurus PKB harus menjadi teladan, disiplin dalam organisasi, jujur dalam kerja, dan santun dalam berpolitik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa PKB juga tidak boleh sekadar pandai mengkritik.
“PKB harus menawarkan jalan keluar. Soal ekonomi rakyat, keadilan sosial, dan persatuan di tengah keberagaman, PKB harus paling depan,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Zainul secara tegas menyatakan bahwa pengukuhan DPW PKB Kalimantan Utara menjadi penanda dimulainya kerja besar menuju Pemilu 2029.
“Hari ini kita nyatakan, Pemilu 2029 telah kita mulai. Kita deklarasikan tekad bersama untuk menata organisasi dari atas sampai bawah, menggerakkan struktur hingga akar rumput, dan hadir sebagai solusi nyata bagi rakyat,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan kerja nyata, keteladanan, dan keberpihakan yang konsisten, PKB akan tampil sebagai pemenang di Pemilu 2029.
“Insya Allah, dengan kerja, keteladanan, dan keperpihakan kepada rakyat, PKB akan menjadi pemenang Pemilu 2029,” pungkasnya.
Acara pengukuhan DPW PKB Kalimantan Utara tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPP dan DPW PKB, perwakilan pemerintah daerah, KPU, Bawaslu, serta sejumlah perwakilan partai politik lainnya, menandai dimulainya babak baru konsolidasi PKB di Bumi Benuanta. (SL)

















Discussion about this post