KALTARAUDPATE.COM, TARAKAN – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kalimantan Utara resmi dikukuhkan untuk masa khidmat 2026–2031.
Pengukuhan dirangkaikan dengan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang digelar di Swiss-Belhotel Tarakan, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Zainul Munasichin selaku Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB sekaligus Anggota DPR RI Komisi IX, Farida Faricha selaku Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, serta Syafruddin.
Prosesi pengukuhan pengurus DPW PKB Kalimantan Utara diawali dengan pembacaan pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koperasi RI, Hj. Farida Faricha, disaksikan para pengurus DPP, perwakilan partai politik, penyelenggara pemilu, serta seluruh jajaran DPC PKB se-Kalimantan Utara.
Selanjutnya pengukuhan dipimpin oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB.
Ketua DPW PKB Kalimantan Utara, Herman, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan bagian dari aturan organisasi yang telah disepakati dalam AD/ART partai.
“Pengukuhan ini adalah titik awal kerja-kerja politik kita. Dengan semangat baru, energi baru, dan kepengurusan baru, kita harus siap menyongsong Pemilu 2029,” tegas Herman.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada DPP PKB dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang telah memberikan mandat dan dukungan penuh kepada PKB Kalimantan Utara melalui perwakilan DPP yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Herman secara terbuka memaparkan target besar PKB Kalimantan Utara pada Pemilu 2029 mendatang. Saat ini PKB Kaltara memiliki total 11 kursi legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Target kita jelas dan rasional, dari 11 kursi menjadi 19 kursi. Hampir semua daerah kita targetkan menjadi fraksi penuh,” ujarnya.
Ia merinci target perolehan kursi di masing-masing daerah, mulai dari Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, Malinau, Bulungan, hingga Tanah Tidung. Menurutnya, pencapaian tersebut hanya bisa diraih dengan kerja kolektif, pemetaan politik yang tepat, dan distribusi kekuatan kader yang lebih merata.
“Kita tidak bisa lagi menumpuk kekuatan di satu wilayah. Daerah yang sudah kuat harus membantu wilayah yang masih lemah,” jelasnya.
Herman juga menegaskan bahwa hasil Muskerwil akan menjadi dasar kerja konkret PKB Kaltara sepanjang 2026. Salah satu fokus utama adalah pembentukan struktur partai secara menyeluruh.
“Kita targetkan tahun 2026 ini, pembentukan DPC, DPAC hingga DPRT bisa 100 persen di seluruh wilayah Kalimantan Utara,” katanya.
Menurut Herman, orientasi politik dan Muskerwil ini juga menjadi ruang konsolidasi, pemetaan strategi, serta evaluasi langkah-langkah politik agar PKB mampu bergerak lebih teratur, terukur, dan adaptif menghadapi dinamika politik ke depan.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Utara, pengurus partai politik lintas partai, komisioner Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara, Ketua KPU Kota Tarakan, serta seluruh ketua DPC dan Dewan Syuro PKB se-Kalimantan Utara.
“Kerja politik ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus solid, disiplin, dan sungguh-sungguh. Insya Allah hasil terbaik akan kita raih bersama,” pungkas Herman.
Dengan pengukuhan dan Muskerwil ini, PKB Kalimantan Utara resmi memulai langkah konsolidasi menuju Pemilu 2029 dengan target besar dan strategi yang lebih matang. (SL)


















Discussion about this post