KALTARAUPDATE.COM – Kreativitas generasi muda menjadi salah satu perhatian Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara dalam pelaksanaan Kaltara Digital QRIS (Katalis) 2026 di Tarakan.
Digelar pada Sabtu (15/8/2026) , Katalis 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), tetapi juga ruang bagi anak muda untuk berkarya, berinovasi dan mengenal lebih jauh pentingnya literasi digital.
Mengusung tema “Berkarya, Berinovasi, dan Berdampak”, Katalis 2026 dirancang dengan sejumlah kegiatan yang dekat dengan generasi muda.
Kepala KPwBI Kaltara, Agus Taufik, mengatakan Katalis tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar untuk pertama kali pada tahun lalu.
“Katalis 2026 diselenggarakan untuk menyemarakkan Pekan QRIS Nasional tahun 2026 serta Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara,” ujar Agus.
Ia menyebut penyelenggaraan tahun kedua ini dikemas dengan wajah baru agar lebih menarik dan mampu menjangkau masyarakat, khususnya kalangan muda.
“Katalis merupakan acara yang kedua tahun ini, ya. Dan tahun sebelumnya sudah dilakukan juga Katalis pertama dengan wajah baru, harapannya yang lebih fresh dan lebih menyemarakkan,” katanya.
Anak Muda Didorong Tak Hanya Jadi Pengguna Digital
Katalis 2026 menghadirkan tiga kompetisi kreatif, yakni Live Band Performance tingkat pelajar dan mahasiswa, Jingle QRIS serta Jingle Perlindungan Konsumen.
Bank Indonesia juga menghadirkan kegiatan yoga bersama bertajuk “No Scam, Just Namaste”.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi cara BI Kaltara menggabungkan edukasi digital dengan aktivitas yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Agus berharap Katalis tidak berhenti sebagai kegiatan hiburan, tetapi dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk melahirkan karya yang memberikan manfaat.
“Kami mengharapkan Katalis menjadi wadah, terutama bagi generasi muda, untuk terus mengembangkan kreasi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Tarakan khususnya, dan Kaltara pada umumnya,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat dari kompetisi Live Band Performance 2026. Sebanyak 24 grup band mendaftarkan diri dan berasal dari jenjang SMP, SMA hingga mahasiswa.
“Dan siang tadi kita telah menyaksikan penampilan terbaik dari para peserta yang menunjukkan performance yang luar biasa,” ucap Agus.
Katalis Tak Sekadar Ajang Hiburan
Selain panggung kreativitas, Katalis 2026 juga dilengkapi berbagai stan pelayanan dan edukasi masyarakat.
Bagi Bank Indonesia, aspek edukasi menjadi bagian penting karena perkembangan teknologi digital berlangsung semakin cepat.
“Ini hal yang sangat penting di era digital yang sangat pesat ini. Kita perlu terus untuk meningkatkan pemahaman, edukasi, literasi keuangan, literasi digital kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Agus, semakin banyak aktivitas masyarakat yang berpindah ke ruang digital membuat kemampuan memahami layanan keuangan digital juga perlu ditingkatkan.
Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan sistem pembayaran digital, tetapi juga memahami risiko yang dapat muncul dalam penggunaannya.
Karena itu, edukasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperluas penggunaan transaksi digital di Kalimantan Utara.
Gen Z Cepat Beradaptasi dengan Layanan Digital
Agus mengakui generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial, menjadi salah satu kelompok masyarakat yang cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Betul ya, karena memang Gen Z ini kan generasi muda milenial ini kan semakin apa ya… lebih ini ya, lebih mudah ya beradaptasi terhadap layanan-layanan digital dari berbagai apapun ya,” katanya.
Kebiasaan tersebut terlihat dari berbagai aktivitas generasi muda yang semakin dekat dengan layanan digital, mulai dari belanja hingga transaksi pembayaran.
“Belanja sekarang pakai e-commerce ya, kemudian sistem pembayaran pun sekarang menggunakan kanal QRIS gitu,” lanjut Agus.
Meski generasi muda menjadi kelompok yang relatif cepat beradaptasi, BI Kaltara tetap mendorong agar pemanfaatan layanan digital dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.
“Semua ya, semua masyarakat kita harapkan untuk apa namanya… lebih familiar, lebih apa namanya, menerima kanal pembayaran/sistem pembayaran melalui QRIS tersebut gitu ya,” ujarnya.
Pembayaran Digital Tak Berarti Tinggalkan Uang Tunai
Agus juga menegaskan digitalisasi sistem pembayaran tidak berarti penggunaan uang tunai akan ditinggalkan.
Menurutnya, transaksi digital dan tunai tetap berjalan secara berdampingan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Walaupun ya tetap ya, apa namanya, pembayaran tunai juga kita dorong, sama-sama paralel, saling melengkapi gitu ya. Digitalnya kita terus perkuat, bukan berarti sistem pembayaran tunai uang kartal kita hilangkan, tetap ya. Kedua-duanya saling beriringan berjalan gitu,” jelasnya.
Wali Kota Tarakan Apresiasi Katalis 2026
Sementara itu, Wali Kota Tarakan, dr H Khairul, turut mengapresiasi pelaksanaan Katalis 2026.
Khairul melihat generasi muda sebagai kelompok yang sudah cukup dekat dengan penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.
Ia bahkan mengajak para anak muda yang hadir untuk memanfaatkan QRIS dalam transaksi.
“Tentu, mudah-mudahan… tapi saya rasa, saya yakin bahwa adik-adik semua sudah menggunakan QRIS, ya? Siapa yang sudah menggunakan QRIS?” ujar Khairul.
“Ya, saya yakin kalau anak muda pasti semua dan mudah-mudahan nanti semua transaksi bisa menggunakan QRIS,” katanya.
Khairul juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia Kaltara yang telah menghadirkan kegiatan tersebut di Tarakan.
“Kita berterima kasih kepada Pak Agus dan jajaran Bank Indonesia yang sudah menyelenggarakan acara pada malam hari ini,” ujarnya.
Tidak hanya mengapresiasi Katalis, Khairul juga menyampaikan rencana menghadirkan kegiatan hiburan bagi generasi muda pada penghujung tahun.
“Dan insya Allah saya kira nanti di akhir tahun kita akan bikin juga… kita akan undang artis lagi ya di akhir tahun menyambut tahun baru,” kata Khairul.
Ia menyebut kegiatan tersebut nantinya akan diarahkan secara khusus bagi generasi muda.
“Pokoknya tahun ini khusus untuk… khusus untuk Gen Z saja, Gen Z Gen Z, ya. Jadi nanti artisnya pun juga artis-artis yang khusus untuk Gen Z. Akhir tahun, akhir tahun, ya,” tuturnya.
Katalis Berlanjut dengan Kaltaran 2026
Rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 yang digelar BI Kaltara tidak berhenti pada Katalis.
Kegiatan dilanjutkan dengan Kaltaran 2026 yang digelar pada Minggu pagi.
Agus mengatakan kegiatan lari tersebut mengambil jarak 8,1 kilometer dengan titik start dari lokasi Katalis.
“Pekan QRIS Nasional 2026 di Kalimantan Utara nanti akan dilanjutkan dengan Kaltaran 2026. Jadi besok, ya, besok pagi,” kata Agus.
Sekitar 1.500 pelari dari Kaltara dan sejumlah daerah sekitar dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.
Bahkan, terdapat pelari dari Malaysia yang ikut ambil bagian.
“Dan saya dengar akan ada pelari juga yang berasal dari tetangga sebelah, dari Malaysia yang berkunjung ke sini,” ujarnya.
Keterlibatan pelari asal Malaysia juga menjadi bagian dari pesan mengenai konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS Cross-Border.
“Nah, ini kaitannya dengan QRIS, ya. Jadi salah satu QRIS itu adalah QRIS mancanegara atau QRIS Cross-Border,” jelasnya.
Menurut Agus, QRIS Cross-Border memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan transaksi di Malaysia dan sebaliknya.
“Jadi masyarakat di Indonesia dapat memanfaatkan QRIS Cross-Border untuk transaksi di Malaysia, pun demikian masyarakat Malaysia juga dapat memanfaatkan QRIS-nya untuk bertransaksi di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Utara ini,” katanya.
BI Tekankan Literasi di Tengah Perkembangan Digital
Agus menegaskan Katalis 2026 pada akhirnya diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga aman dan dipahami masyarakat.
“Harapannya tentunya yang pertama, bagaimana kita meningkatkan akseptasi digital, pembayaran digital kepada masyarakat di seluruh Kalimantan Utara. Dengan sistem pembayaran kanal QRIS ya sekarang ya. Jadi semakin populer, semakin memasyarakat, dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan kemudahan transaksi digital harus disertai kewaspadaan terhadap berbagai risiko.
“Yang kedua, yang tak kalah penting adalah kita dari Bank Indonesia khususnya terus memberikan edukasi literasi kepada masyarakat terkait dengan sistem pembayaran digital,” katanya.
“Di samping kemudahan-kemudahan yang kita peroleh, tentunya kita harus waspada terhadap berbagai risiko yang muncul, sehingga kewajiban kami tentunya beserta pemerintah daerah, beserta stakeholder yang ada di Kalimantan Utara, khususnya termasuk yang ada di Tarakan ini, bersama-sama untuk terus meningkatkan edukasi literasi keuangan, literasi digital kepada masyarakat,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, Katalis 2026 tidak hanya menempatkan QRIS sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadikan perkembangan ekonomi digital sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berinovasi dan menghasilkan dampak bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan penampilan musisi Paul Partohap yang sekaligus menjadi salah satu juri Live Band Performance. Sebanyak 2.500 tiket untuk menyaksikan penampilannya disebut telah habis terjual.
Agus berharap seluruh rangkaian Katalis 2026 berlangsung aman, tertib dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga berlangsung dengan aman, meriah, tertib. Jaga ketertibannya ya, rekan-rekan, anak-anak muda. Jaga persatuan, jaga kekompakan,” pesannya.


















Discussion about this post