KALTARAUPDATE.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Melalui pelaksanaan musyawarah cabang (Muscab) serentak, partai ini tak hanya melakukan pergantian kepengurusan, tetapi juga menerapkan sistem seleksi berlapis bagi calon ketua DPC, termasuk uji kelayakan dan kepatutan (UKK).
Wakil Sekjen DPP PKB, Zainul Munasichin, yang juga anggota Komisi IX DPR RI, mengungkapkan dirinya mendapat mandat langsung dari Ketua Umum dan Sekjen DPP PKB untuk memimpin pelaksanaan Muscab DPC PKB se-Kaltara.
“Hari ini saya mendapatkan mandat dari Ketua Umum dan juga Bapak Sekjen DPP PKB untuk memimpin musyawarah cabang DPC PKB se-Provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya.
Dalam arahannya, Zainul menyampaikan pesan Ketua Umum Muhaimin Iskandar agar proses Muscab mengedepankan demokrasi melalui musyawarah mufakat. Seluruh kader di tingkat DPC diberikan ruang yang sama untuk maju sebagai calon ketua.
“Dalam forum muscab kali ini kita PKB mengedepankan demokrasi dengan musyawarah mufakat, di mana seluruh kader yang ada di DPC-DPC diberikan kesempatan untuk bisa ikut kontestasi menjadi Ketua DPC PKB yang nanti akan diputuskan oleh DPP PKB melalui proses penjaringan kemudian sampai dengan uji kelayakan dan kepatutan,” jelasnya.
Menurutnya, mekanisme ini dirancang untuk menghasilkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara kapasitas, tetapi juga memiliki rekam jejak dan integritas dalam membesarkan partai.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal. Seluruh kader yang ikut dalam proses penjaringan tidak akan ditinggalkan, melainkan tetap dirangkul sebagai kekuatan bersama.
“Sehingga seluruh calon-calon Ketua DPC yang masuk di dalam penjaringan nanti akan tetap kita rangkul menjadi satu kekuatan yang utuh untuk membesarkan DPC PKB di masing-masing kabupaten kota,” tegasnya.
Selain fokus pada regenerasi kepemimpinan, DPP PKB juga mendorong percepatan konsolidasi dan kaderisasi di Kaltara. Termasuk di dalamnya proses pencalonan legislatif yang dimulai lebih awal guna menjaring figur potensial.
Zainul menyebut, PKB Kaltara memiliki target besar pada Pemilu 2029, yakni peningkatan kursi legislatif hingga mampu mengirimkan wakil ke DPR RI.
“DPP berharap PKB Kaltara 2029 bisa mengirim satu wakil untuk DPR RI di Senayan dan kita ikhtiarkan sekuat tenaga,” ujarnya.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya menghadirkan figur ketua DPC yang memiliki energi tinggi, agresif, serta kreativitas dalam merebut dukungan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Kaltara, Herman, menegaskan pelaksanaan Muscab kali ini diikuti seluruh jajaran DPC se-Kaltara yang hadir di Tarakan, mulai dari ketua, sekretaris hingga pengurus lainnya.
Ia menjelaskan, dalam Muscab tersebut akan dilakukan pembacaan nama-nama bakal calon ketua DPC dari masing-masing daerah, dengan jumlah yang fleksibel.
“Nanti akan ada pembacaan terkait dengan bakal calon ketua-ketua DPC sekaligus juga komposisi kepengurusan. Bisa tiga, empat, atau lima nama yang disampaikan di masing-masing DPC,” ujarnya.
Herman juga membuka ruang bagi munculnya nama baru di luar struktur yang telah disusun, selama diusulkan dalam forum Muscab.
“Masih ada ruang pada saat muscab untuk menyampaikan jika ada tambahan atau masukan berkaitan dengan calon yang ingin diusulkan menjadi ketua DPC,” tambahnya.
Ia menekankan, perbedaan utama Muscab kali ini dibanding sebelumnya adalah diterapkannya UKK secara wajib bagi seluruh calon ketua. Proses ini akan dilakukan dalam dua tahap dan berpotensi dilaksanakan di Kaltara maupun di Jakarta.
“Seluruh kepengurusan wajib mengikuti UKK, terutama ketua-ketua atau calon ketua nanti akan mengikuti tahapan UKK tahap 1 dan 2,” tegas Herman.
UKK tersebut bahkan melibatkan pihak eksternal untuk melakukan asesmen kemampuan calon secara objektif, sehingga hasilnya benar-benar berbasis kompetensi.
Herman mengibaratkan proses ini seperti evaluasi kendaraan. Jika kerusakan terlalu besar, maka lebih efektif mengganti dengan yang baru agar mampu melaju lebih cepat.
“Kalau secara keseluruhan rusak, mohon maaf mungkin biaya perbaikan cukup tinggi, lebih baik mengambil yang baru supaya bisa berlari kencang,” katanya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan PKB Kaltara ke depan tidak hanya fokus pada legislatif, tetapi juga menyiapkan kader untuk bertarung di eksekutif.
“Ke depan mudah-mudahan kader sudah siap untuk bertarung di eksekutif, karena partai politik adalah tempat menggodok calon kepemimpinan,” ujarnya.
Target lainnya, lanjut Herman, adalah memastikan seluruh DPC memiliki kursi legislatif dan meningkatkan yang sudah ada menjadi satu fraksi.
“Kalau yang lalu ada DPC yang masih nol kursi, hari ini sudah tidak ada. Ke depan yang sudah ada kursi kita tingkatkan menjadi satu fraksi,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa evaluasi kinerja DPC dilakukan secara berkala dan terukur. Setiap aktivitas, jaringan, hingga kedekatan dengan masyarakat harus dilaporkan dan dinilai secara profesional.
“Jadi dia terukur, bukan atas selera, tetapi memang berdasarkan basis kinerjanya secara profesional,” pungkasnya.
Melalui Muscab dengan mekanisme baru ini, PKB Kaltara berharap mampu membangun struktur partai yang solid, adaptif, dan siap menghadapi persaingan politik yang semakin ketat menuju 2029.


















Discussion about this post