KALTARAUPDATE.COM, NUNUKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai dirasakan pelajar di wilayah perbatasan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Liang Bunyu di Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan resmi beroperasi, Kamis (12/3/2026).
Beroperasinya dapur layanan gizi tersebut menjadi langkah awal penyaluran program MBG bagi pelajar di wilayah Pulau Sebatik, khususnya di Sebatik Barat.
Pada tahap awal, sebanyak 876 porsi makanan bergizi disalurkan kepada siswa dari tiga sekolah. Salah satu penerima manfaat adalah pelajar di SMKN 1 Sebatik Barat.
Kepala SPPG Liang Bunyu, Fareji menjelaskan penyaluran program MBG masih dilakukan secara bertahap. Hal itu menyesuaikan dengan kapasitas produksi makanan serta sistem distribusi yang baru berjalan.
“Pada tahap awal ini ada 876 porsi yang diberikan kepada siswa dari tiga sekolah. Nantinya jumlah penerima akan terus bertambah,” ujarnya.
Menurut Fareji, target layanan MBG di Sebatik Barat cukup besar. Ke depan SPPG Liang Bunyu direncanakan mampu melayani hingga 14 sekolah di wilayah tersebut.
Jumlah porsi yang diproduksi juga akan meningkat secara bertahap hingga mencapai sekitar 2.400 porsi makanan setiap hari.
“Untuk sementara masih terbatas, karena kami menyesuaikan kemampuan produksi dapur. Targetnya nanti bisa mencapai 2.400 porsi per hari,” jelasnya.
Program MBG yang mulai berjalan ini disambut antusias para pelajar. Meski bertepatan dengan bulan Ramadan, makanan yang dibagikan tetap dimanfaatkan dengan cara dibawa pulang oleh para siswa.
Salah seorang siswi kelas X di SMKN 1 Sebatik Barat, Sari Safitri, mengaku baru pertama kali menerima makanan dari program tersebut.
Ia mengatakan biasanya para siswa membeli makanan sederhana di kantin sekolah seperti gorengan atau mie instan.
“Baru pertama kali dapat. Biasanya kami beli makanan di kantin seperti gorengan atau mie instan,” katanya.
Sari juga mengaku terkesan dengan menu yang disiapkan dalam paket MBG karena dinilai lebih lengkap dan bergizi.
“Tadi saya lihat menunya lengkap, ada buah, ayam, dan kacang-kacangan. Jadi lebih bergizi,” ujarnya.
Ke depan, pihak pengelola SPPG Liang Bunyu menargetkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas menu makanan yang diberikan kepada para siswa.
Dengan peningkatan tersebut, diharapkan program MBG dapat memberikan dampak nyata terhadap pemenuhan gizi pelajar di wilayah perbatasan, khususnya di Sebatik Barat.
















Discussion about this post